2020, Setiap Desa Punya Program Kerja PKK

Mhd Yusuf Nasution, Ny Hj Syaufia Lina dan undangan lainnya foto bersama usai LP3 PKK tingkat desa se- Kecamatan Angkola Barat. (Realitasonline / Riswandy)

TAPANULI SELATAN – Realitasonline |T im Penggerak PKK Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar Latihan Pengolahan Program dan Penyuluhan dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (LP3 PKK) tingkat desa se-Angkola Barat di aula Sarasi II kantor bupati, kemarin.

LP3 PKK menghadirkan narasumber Ketua Tim Penggerak PKK Tapsel, Ny Hj Syaufia Lina Syahrul M Pasaribu dan dihadiri Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), M Yusuf Nasution, Ketua MUI Angkola Barat,  Ketua TP PKK Angkola Barat, TP PKK desa se-Angkola Barat dan para pendamping Desa.

Mhd Yusuf Nasution  mengatakan LP3 PKK merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan peran serta PKK dalam melaksanakan kegiatan pembangunan.

“Untuk itu mari kita semua menyusun ataupun melaksanakan program pemberdayaan kesejahteraan keluarga didesa masing-masing. Pada tahun anggaran 2020 setiap tim PKK desa sudah memiliki program kerja yang jelas tentang PKK di desanya, “ ujar  Yusuf Nasution.

Ia juga mengharapkan ke depan PKK bisa ambil peran yang lebih dari apa yang sudah dilakukan selama ini, sehingga pencapaian visi misi bupati  “masyarakat sehat, cerdas dan sejahtera” bisa kita laksanakan secara bersama-sama.

“Kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan sehingga ke depan ada penguatan di setiap PKK yang ada di desa dan ke depannya juga PKK harus mampu memahami dengan semua kegiatan, sehingga dengan adanya pelatihan LP3 PKK ini para ibu anggota PKK nantinya bisa menjadi penyuluh pemberdayaan kesejahteraan keluarga, “ terangnya.

Sementara Ny Hj Syaufia Lina saat menyampaikan materi menjelaskan ada 10 program PKK di tahun 2019 yang bisa direncanakan untuk tahun 2020 dan setiap pengurus PKK merupakan orang-orang hebat yang perlu dirangkul oleh ketua PKK desa masing-masing.

Ketua TP PKK Tapsel menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh kepala desa yang sudah memberikan perhatian dengan menggunakan dana desa untuk meningkatkan kapasitas perempuan di setiap desa tersebut.

Camat Angkola Barat, Taufik menyampaikan acuan pelaksanaan ini berdasarkan UU No.6/2014. Dengan lahirnya UU tersebut sagat membantu, karena isi dalam UU menyampaikan kewenangan dan pendanaannya dilimpahkan oleh pemerintah pusat kepada desa. Sehingga desa yang inovatif dalam segi percepatan pembangunan di desa.

Camat juga mengungkapkan keberhasilan dari pelatihan ini ialah bagaimana ibu di desa bisa dengan baik melaksanakan penyuluhan dengan baik. “Dengan demikian tahun ini kita bisa menghadirkan setiap desa 15 orang dan kita harus lebih meningkatkan kebersamaan sehingga ke depan desa kita semakin kuat, “paparnya. (RI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini