Wisata Gurun Pasir Bintan yang Eksoktik

0
Wisata Gurun Pasir Bintan yang Eksoktik

BATAM – Realitasonline | Kita pasti tak akan menyangka kalau ide brilian ini akhirnya mendulang rupiah yang cukup banyak. Bayangkan saja kalau lokasi ini berawal dari arena tambang tanah yang cukup luas dan sudah tak berfungsi lagi. Oleh sang pendesain pun menciptakan ide brilian ini.

Dengan membangun dan membentuk tumpukan tanah dan gunung gunung kecil ibarat gurun pasir seperti di Negara Timur Tengah akhirnya menjadi viral untuk lokasi foto yang penuh eksotik.

Letak Gurun Pasir Bintan

Gurun Pasir Bintan terlertak di jalan raya busung kelurahan Seri Kuala Lobam, kecamatan Bintan selatan, terletak sekitar 50 meter dari pinggir jalan raya dengan ases jalan tanah yang terkadang berlumpur di musim hujan, sebelum sampai ke Gurun pasir, kita menemukan sebuah danau kecil di sebelah kanan jalan, warga lokal menyebutnya Telaga biru dengan karakter air danau yang sedikit kebiru biruan ketika matahari cerah.

Bintan menyimpan banyak keunikkan yang tidak terdapat di daerah lain, misalnya Gurun Pasir, pada awalnya hanya sebuah gundukan tanah merah yang di gali dan di ambil tanahnya untuk keperluan pembangunan atau penimbunan, nah lama kelamaan sisa sisa galian ini mulai terkikis dan menjadi senuah gurun pasir yang eksotis dan bersih. di gurun pasir ini juga terdapat galian danau kecil yang mengandung mineral tinggi, danau kecil ini memiliki air yang bersih dan jernih,jika matahari bersinah cerah, air di danau ini akan terlihat berwarna biru dan cantik sekali.

Telaga atau Danau Biru

Danau Biru Bintan merupakan kubangan air sisa sia galian tanah di Gurun pasir, tingginya mineral di sekitar danau menjadikan air di dalam danau ikut tersaring dari zat zat yan mengotori air di dalam danau, Danau ini memiliki luas sekitar 150 meter persegi dan berada di bawah bukit kecil Gurun pasir Bintan, danau ini tidaklah luas dan juga tidak bisa untuk di Mandikan, kalian bisa berfoto di atas danau dengan berjalan di jembatan kecil yang di siapkan untuk berfoto

Berada di tempat ini seolah sedang berada di Timur Tengah. Sejauh mata memandang hanya ada hamparan pasir putih, telaga-telaga air berwarna biru mirip oase, dan terik matahari yang menyengat.

Inilah Gurun Pasir Telaga Biru di Dusun Busung, Kecamatan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Letaknya sekitar 45 menit perjalanan darat dari bandara RHF Tanjung Pinang maupun dari pelabuhan Tanjung Pinang. Jika dari pelabuhan Tanjun Uban hanya sekitar 15 menit saja.

Tidak disangka jika gurun pasir ini sebelumnya adalah area penambangan pasir bauksit yang kini sudah mengeras seperti karang. Penambangan sudah lama dihentikan sejak Orde Baru masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Puluhan tahun hanya terbengkalai, cekungan-cekungan bekas galian terisi air hujan yang lama kelamaan berubah menjadi telaga air berwarna biru.

Gurun Telaga Biru di Desa Busung, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, menjadi viral di media sosial apalagi objek wisatanya sangat menjual. Bahkan perjalanan turis lokal maupun mancangara sangat betah dengan keindahannya. Baru beberapa tahun terakhir masyarakat setempat mulai mengelola tempat ini menjadi obyek wisata.

“Dulu di sini penambangan pasir yang diekspor ke Singapura, sekitar tahun 1980an, lalu dihentikan pada masa Presiden Soeharto. Puluhan tahun hanya dibiarkan saja, oleh warga kemudian dikelola jadi tempat wisata sampai sekarang,” ujar penjual buah Niko warga setempat, kepada wartawan

Sambil bercerita Nika mengatakan setelah dibuka untuk wisata, gurun telaga biru ramai dikunjungi wisatawan. Sebagian besar mereka takjub dengan hamparan pasir seluas 6.000 hektar ini dan birunya telaga di tengah-tengahnya.

Wisatawan tidak perlu bayar tiket masuk, mereka hanya akan dikenakan tarif parkir kendaraan Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

“Setiap hari ramai, apalagi kalau akhir pekan. Tidak hanya dari Tanjung Pinang saja, banyak dari luar pulau datang kemari,” ujar Niko.

Obyek wisata ini sangat cocok untuk berfoto-foto ria. Apalagi disediakan beragam properti untuk menambah keunikan hasil foto, seperti ayunan, boneka unta, hiasan bambu dan arena memanah. Harganya relatif murah, berkisar Rp 5.000 per orang. Selain itu ada juga perahu bebek dan perahu kano khusus di telaga dengan tarif sewa Rp 15.000 – Rp 20.000. (AL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini