UMN Al Washliyah Laksanakan Revolusi Pembelajaran Bagi Dosen

Rektor UMN Al Washliyah didampingi para wakil rektor dan founder dan chairman ASIK Life Skill Academy usai pemberian cindera mata. (Realitasonline/ist)

MEDAN – Realitasonline | Sekitar 260 dosen tetap Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah, Kamis (12/9/2019), mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi dosen dalam pembelajaran di aula OK Usman kampus Abdul Rahman Syihab.

Pelatihan itu menghadirkan Aryo Seno Wicaksono SKom MM, founder dan chairman ASIK Life Skill Academy, dan dihadiri rektor Dr H Hardi Mulyono SE MAP, wakil rektor (WR) I, Dr H Firmansyah MSi, WR II Dr H Ridwanto MSi, dan WR III Dr Anwar Sadat SAg MHum, serta para dekan. Kegiatan pelatihan itu juga dirangkai dengan penyerahan SK mengajar.

Dihadapan para tenaga pengajar, Aryo Seno mengingatkan perlunya revolusi pembelajaran bagi dosen yang identik dengan guru.
“Guru zaman dulu hanya cocok untuk murid zaman dulu. Murid zaman sekarang perlu dididik oleh guru zaman sekarang,” kata Aryo yang mengingatkan para dosen agar melakukan perubahan dalam pembelajaran.

Tidak seperti profil dosen/guru jadul (zaman dahulu) bahwa framework pembelajaran sekarang ini menitikberatkan pada efektif, menyenangkan, aktif, dan kreatif.

“Menjadi seorang tenaga pendidik itu tidak hanya memiliki kualitas pribadi, memiliki etos kerja, spiritual, tapi juga harus toleransi terhadap ketidaksempurnaan, memahmi perbedaan individu, trampil dalam komunikasi pembelajaran, dan memiliki sense of humor, melepaskan ego pribadi, dan menyelarkan energi positif,” terang Aryo.

Founder dan chairman ASIK Life Skill Academy ini juga menekankan perlunya istiqomah, istikharah, istifar dan ikhtiyar. Menjadi seorang tenaga pendidik juga menebarkan senyum, sapa, salam, salam dan syukur. Dalam hal ini ada kata-kata bijak yang menyebutkan guru biasa mengajarkan, guru baik menjelaskan, guru hebat mencontohkan, guru luar biasa menginspirasi. “Maka jadilah tenaga pendidik yang menginspirasi,” tegasnya.

Sementara itu WR I, Firmansyah mengatakan menghadapi revolusi industri 4.0 suka tidak suka harus familiar dengan teknologi. “Menghadapi generasi mileneal sekarang ini tidak seperti dahulu lagi, di mana adaptasi teknologi telah memengaruhi budaya termasuk budaya kampus,” sebut Firmansyah.

Kedekatan kaum mileneal dengan teknologi harus diimbangi dengan kecakapan tenaga pendidik yang juga tidak gagap teknologi. “Di kampus UMN sejak tahun 2016 telah membudayakan teknologi dalam pembelajarannya di dalam kelas. Salah satunya dengan menggunakan in focus.

Di samping itu kami juga sudah membentuk sistem informasi akademik (Siakad) dan terus update,” kata Firmansyah seraya menambahkan dengan Siakad ini masuk nilai juga dengan sistem online, pembayaran uang kuliah juga sudah online.

“Tahun ini juga kita akan memberlakukan absensi dosen maupun mahasiswa dengan sistem online,” kata Firmansyah.
Wakil rektor II ini juga mengingatkan para dosen akan perannya yang tetap fokus untuk melakukan penelitian dan melaksanakan pengabdian masyarakat. (AY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini