Setubuhi Pacar Secara Paksa Divonis 10 Tahun Penjara

SIMALUNGUN –  Realitasonline | Ketua majelis hakim Novarina Manurung SH bersama 2 hakim anggota Hendrawan Nainggolan SH dan Mince Ginting SH menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun penjara terhadap terdakwa TSS (24) warga Huta VI Nagori Buntu Bayu Hatonduhan. Vonis tersebut diucapkan dalam persidangan Rabu (11/9) PN Simalungun.

Sebelumnya, terdakwa dituntut jaksa   Sari Ramadhani Lubis SH dengan pidana penjara 12 tahun. Dengan segala pertimbangannya, hakim meringankan hukuman nya menjadi 10 tahun. TSS terbukti menyetubuhi saksi korban Dian (nama samaran) secara paksa dengan ancaman pisau cutter.

Hakim dan Jaksa penuntut umum sependapat menyatakan  pelaku terbukti bersalah melanggar  pasal I angka I yakni pasal 81 (1) peraturan pemerintah pengganti UU RI No.I/2016 tentang perubahan kedua atas UUNo.23/2002 tentang perlindungan anak yang telah ditetapkan sebagai UU No.17/2016. Korban Dian masih belum dewasa (kurang dari 18 tahun).

Pelaku memaksa korban untuk disetubuhi dengan ancaman pisau cutter bergagang merah sembari mencekik leher korban. Perbuatan itu dilakukan terdakwa pada Senin, 13 Mei 2018 lalu di rumah saksi korban yang masih sekampung dengan korban.

Keduanya menjalin hubungan pacaran, karena terdakwa takut jika korban dengan orang lain, maka terdakwa nekat merusak korban dengan cara menyetubuhinya. Dengan mengatakan “harus sama ku kau, kalo gak sama ku lebih baik kau ku matikan”, kata terdakwa, sehingga korban menjadi ketakutan.

Usai melampiaskan nafsunya, terdakwa pergi dari belakang rumah dan meninggalkan korban sambil mengancam agar tidak memberitahukan kepada siapapun.

Dalam persidangan terdakwa didampingdidampingi pengacara Sintong Sihombing SH dari Posbakum PN Simalungun menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut. Sidang dibantu panitera pengganti Dedi Tambunan SH dinyatakan selesai dan ditutup. (RH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini