Promosi KEK Surin, SISC Abdya Kunjungi BI Perwakilan Aceh

Tim SISC Abdya saat berkunjung ke kantor BI Perwakilan Aceh. (Realitasonline/ist)

BLANGPIDIE – Realitasonline | Tim taks force Surin Industrial Smart City (SISC) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terus melakukan upaya mempromosikan kelayakan Surin untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus di Barat Selatan Aceh (Barsela). Kali ini, pihaknya berkunjung langsung ke kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh di Banda Aceh, kemarin.

Dalam kunjungan itu, tim SISC Abdya yang diketuai Miswar Fuadi bersama Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Aceh, Nuchalis langsung disambut Kepala Cabang BI Perwakilan Aceh Z Arifin Lubis. Tujuan kedatangan itu untuk menyampaikan informasi terkait rencana pembangunan kawasan industri di Surin sebagai bagian dari pengembangan ekonomi khusus di Barsela.

Kepala BI Perwakilan Aceh, Z Arifin Lubis menjelaskan genjot ekonomi di Aceh harus mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah propinsi maupun kab/kota, jika melihat pada trend yang ada saat ini, indeks pertumbuhan ekonomi Aceh masih sangat jauh dan rata-rata di bawah nasional serta dibawah Sumatera. Salah satu hal yang harus mendapatkan perhatian, lanjutnya,  bagiamana mempercepat pertumbuhan ekonomi dari sektor industri yang bertujuan untuk menumbuhkan nilai ekonomi di Aceh.

“Jika hanya bergantung pada APBA saja, maka dapat dipastikan upaya percepatan pengembangan ekonomi tidak akan berjalan secara baik,” ungkapnya singkat.

Sementara itu, Ketua SISC Abdya Miswar Fuadi dalam paparannya mengharapkan dukungan serta masukan dari BI dalam mempercepat proses yang sedang digagas dikawasan Surin. Keterlibatan BI tentu sangat penting karena pengembangan kawasan ini merupakan alternatif untuk pengembangan delapan (8) kabupaten di Barsela. Jika merujuk pada study yang ada maka kawasan Surin menjadi alternatif yang sangat cocok dan berada persis di tengah baik terhubung dengan kawasan Barsela juga berada dititik terdekat dengan kawasan tengah Aceh.

Jika merujuk pada rencana aksi, potensi ekonomi di wilayah Barsela lebih dititik beratkan pada pengembangan ekonomi agro industri yang meliputi bidang pertanian, perkebunan dan perikanan. Secara infrastruktur saat ini sudah sangat menunjang untuk mempercepat lahirnya kawasan ekonomi baik infrastruktur jalan, penerbangan serta pelabuhan yang manjadi faktor pendukung percepatan lahirnya kawasan ekonomi khusus Surin di wilayah Barsela.

Secara singkat, Ketua ISMI Aceh Nuchalis menjelaskan bahwa, rencana pengembangan ekonomi di wilayah Barsela menjadi sangat penting karena jika melihat potensi nilai ekonomi sangat tinggi dan bahkan SDA melimpah. Akan tetapi, hingga saat ini belum yang belum terwujud itu bagaimana wilayah Barsela memiliki kawasan ekonomi khusus dengan harapan akan menambah nilai pendapatan baru yang berorientasi pada nilai ekonomi di Barsela.

Menurut Nuchalis, secara pertumbuhan ekonomi di Aceh sangat stagnan apalagi hanya bergantung pada APBA. Sedangkan dari sisi industri dan produk nyaris sama sekali tidak ada, sehingga tidak heran jika indeks kemiskinan sangat sulit diturunkan dan bahkan setiap tahun angka pengangguran akan terus bertambah.

Dalam diskusi singkat itu, Kepala BI Perwakilan Aceh menyambut baik dan mendukung rencana plaining Business yang dipaparkan oleh tim SISC. Hal ini merupakan salah satu alternatif dalam mendorong ide kreatif mempercepat ekonomi di Aceh. (ZA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini