Merespon Perkembangan Digitalisasi, BI Berlakukan Biaya Transfer dan Kliring Lebih Murah dan Cepat

Kepala Perwakilan BI Siantar Edhi Rahmanto Hidayat didampingi Eko Listiyono saat memberikan keterangan pers. (Realitasonline/Rahayu)

P.SIANTAR – Realitasonline | BI melakukan penyempurnaan kebijakan pperasional sistem kliring nasional Bank Indonesia (SKNBI)  sebagai  respon  atas  perkembangan  digitalisasi  yang  mengubah  landscape  risiko  secara signifikan, yaitu meningkatnya ancaman siber, persaingan monopolistik, dan shadow banking yang dapat  mengurangi  efektivitas  pengendalian  moneter,  stabilitas  sistem  keuangan  dan  kelancaran sistem pembayaran. 

Penyempurnaan itu mempermudah transfer dan kliring dengan biaya murah dan cepat. Demikian dikatakan Kepala Perwakilan BI P.Siantar Edhi Rahmanto Hidayat didampingi Kepala Unit Pengembangan ekonomi Eko Listiyono dalam konferensi persnya, kemarin di Lantai 3 Gedung BI jalan H Adam Malik Siantar.

Bank Indonesia telah menetapkan 5 visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025. Untuk  mewujudkan  visi  SPI  2025  tersebut,  Bank  Indonesia  telah melakukan  penyempurnaan  kebijakan  operasional  SKNBI yang akan diberlakukan mulai 1 September 2019 di seluruh Bank yang ada di Indonesia (112 perbankan).  

Dijelaskan Edhi, SKNBI merupakan infrastruktur  yang  digunakan  oleh  Bank Indonesia  dalam  penyelenggaraan  transfer  dana  dan  kliring  berjadwal  untuk  memproses  data keuangan  elektronik  (DKE)  pada  Layanan  Transfer  Dana,  Layanan  Kliring  Warkat  Debit,  Layanan Pembayaran Reguler, dan Layanan Penagihan Reguler.

Penyempurnaan kebijakan SKNBI tersebut meliputi, Penambahan periode setelmen dana pada Layanan Transfer Dana yang sebelumnya 5  kali sehari yaitu pada pukul 09.00 WIB, 11.00 WIB, 13.00 WIB, 15.00 WIB dan 16.45 WIB menjadi 9  kali sehari yaitu pada pukul 08.00 WIB, 09.00 WIB, 10.00 WIB, 11.00 WIB, 12.00 WIB, 13.00 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan 16.45 WIB.

Penambahan periode setelmen dana pada Layanan Pembayaran Reguler yang sebelumnya 2 kali sehari  menjadi 9 kali. Juga percepatan  Service  Level  Agreement  (SLA)  sebagai  dampak  penambahan  periode setelmen pada Layanan Transfer Dana terkait penerusan perintah transfer dana dari nasabah pengirim yang  sebelumnya  wajib  dilakukan  paling  lama  2   jam  sejak  Bank  melakukan  pengaksepan perintah transfer dana menjadi paling lama 1 jam sejak Bank melakukan pengaksepan perintah transfer  dana.
Penerusan  dana  kepada  nasabah  penerima  yang  sebelumnya  wajib  dilakukan paling  lama  2   jam   menjadi  paling  lama  1  jam sejak setelmen di Bank Indonesia. 

Penyempurnaan SKNBI juga mengatur peningkatan batas maksimal transaksi yang dapat diproses pada  Layanan  Transfer  Dana  dan  Layanan  Pembayaran  Reguler  yang  sebelumnya  maksimal  sebesar Rp500.000.000,00  per transaksi menjadi maksimal Rp.1 Milyar per transaksi.

Penyesuaian biaya pada Layanan Transfer Dana yang dikenakan Bank (Peserta SKNBI) kepada nasabah yang sebelumnya Rp5.000,00 per transksi menjadi Rp.3.500. (RH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini