Jelang Idul Adha, Harga Cabai di Abdya Belum Stabil

Pedagang di Pasar Blangpidie, Abdya menjajakan beragam jenis bumbu dapur jelang Idul Adha 1440 Hijjriah, Kamis (8/8). (Realitasonline/Syahrizal)

Blangpidie – Realitasonline | Menjelang pelaksanaan hari muegang (punggahan) dan menyambut hari raya Idul Adha 1440 hijriah, kondisi harga cabai merah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih belum stabil. Kadang naik kadang bisa turun, sementara bahan sembako lainnya sudah mulai stabil.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Abdya, Azhar Anis, ST kepada wartawan, Kamis (8/8) mengatakan, berdasarkan hasil survei terhadap sejumlah harga barang di pasar dalam kabupaten setempat, secara umum masih relatif stabil. Cuma harga cabai merah saja yang masih belum stabil.

“Hanya cabai merah masih naik turun. Untuk hari ini terpantau Rp.70.000 per kg, sementara beberapa hari yang lalu harganya berkisar antara Rp.50.000-55.000 per kg,” sebutnya.

Tidak stabilnya harga cabai itu lantaran pasokan dari petani sangat minim, hal itu juga dipicu cuaca yang cukup ekstrim dalam sebulan ini. Umumnya cabai merah yang beredar di sejumlah pasar dalam Kabupaten Abdya merupakan pasokan dari petani lokal. Sedangkan pasokan cabai dari luar daerah, seperti dari Tangse Kabupaten Pidie, Terangun Kabupaten Gayo Lues, Takengon Kabupaten Aceh Tengah termasuk dari wilayah Sumatera Utara tidak ada.

Malahan cabai lokal hasil panen petani Abdya terpaksa harus diboyong ke wilayah Sumatera Utara guna memenuhi permintaan konsumen menjelang Idul Adha yang tinggal dua hari lagi.

Walau secara umum harga barang di Abdya masih stabil, namun pihaknya tidak bisa memastikan kondisi harga tersebut akan bertahan hingga usai perayaan Idul Adha mendatang. Pada umumnya, jika permintaan masyarakat terhadap sejumlah barang dimaksud meningkat, dengan sendirinya kondisi harga akan berubah. Hal itu sangat berpengaruh, lantaran persedian yang terbatas di lapangan, hingga cenderung menciptakan perubahan harga.

“Pasca dilakukan pengecekan secara langsung, untuk saat ini persediaan barang mencukupi dan kondisi harga sejumlah kebutuhan rumah tangga masih stabil. Namun kami tidak bisa memprediksi bertahan atau tidak harga tersebut, tergantung dengan sokon tentunya,” ungkap Azhar. 

Saat ini harga barang lainnya masih stabil seperti,  minyak goreng curah Rp.18.000 per bambu, gula Rp.13.000-14.000 per kg, tepung gandum Rp.10.000 per kg, tepung tapioka Rp.12.000 per kg, tepung beras Rp.8.000 per kg, bawang merah Rp.20.000-25.000 per kg tergantung jenis, bawang putih Rp. 35.000-40.000 per kg tergantung jenis, tomat Rp.7.000-8.000 per kg dan telur ayam Rp. 42.000-45.000 per papan isi 30 butir.

Dia berharap kepada para pedagang agar tetap konsisten dengan harga sewajarnya, sebab tindakan permainan harga tentu dapat merugikan masyarakat banyak, apalagi dengan tujuan untuk mencari keuntungan yang berlipat ganda dengan memanfaatkan momentum hari besar bagi ummat Islam. (R-Zal)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini