Kukuhkan Kadet Prala dan Lantik Perwira Muda, AMI Medan Satu-satunya PT Maritim yang Sudah Mendapatkan “Approval” di Sumatera

28
Taruna AMI Medan membacakan ikrar alumni pada pengukuhan kadet prala dan pelatinkan perwira muda melalui preses pedang pra. (Realitasonline/ist)

MEDAN – Realitasonline | Akademi Maritim Indonesia (AMI) Medan mengukuhkan kadet prala dan melantik perwira muda, Sabtu (13/7) di kampus AMI Jl. Brigjen Bejo/Pertempuran Pulo Brayan Medan. Para kadet ini akan mengikuti praktik laut dengan waktu yang telah ditentukan.

Direktur AMI Medan Capt. Dafid Ginting MMar MSi mengatakan AMI Medan sudah hampir 59 tahun ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa pada bidang pelayaran. AMI Medan merupakan satu-satunya perguruan tinggi maritim swasta yang sudah mendapatkan “approval” dari Dirjen Perhubungan Laut di Pulau Sumatera.

AMI Medan memilih jalur spesifik, tentu tidak bisa disamakan dengan perguruan tinggi lain yang tidak menuntut syarat-syarat spesifik, seperti yang harus dipenuhi oleh AMI Medan.

Dikatakannya, momentum ini merupakan peristiwa bersejarah, bagi taruna setelah sekian lama menimba ilmu dengan berbagai suka dan duka. Hal tersebut juga merupakan bagian dari perjuangan untuk mencapai kesuksesan. “Jadikan peristiwa ini sebagai starting point di dalam mewujudkan cita-cita yang telah direncanakan untuk masa mendatang.

Carilah sebanyak-banyaknya pengalaman dan amalkan ilmu yang sudah diperoleh bagi kepentingan masyarakat bangsa dan negara. Berikan yang terbaik kerberhasilan anda di tengah-tengah masyarakat merupakan barometer kesarjanaan sejati nantinya, ujar Dafid.

Pada kesempatan itu Dafid juga mengatakan, mengingat ijazah ANT III dan ATT III berlaku secara internasional maka sejak 2014 salah syarat yang harus dipenuhi ole calon taruna AMI Medan adalah harus menguasai bahasa Inggris dengan baik dan benar. Dalam waktu dua tahun telah resmi diterima menjadi calon taruna harus memiliki toefl 450.

Sementara Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim, Dr Yurus Danilwan SE MSi PhD melalui sekretaris yayasan, Gusawaldi SE mengatakan kadet prala merupakan proses yang harus dilalui taruna yang lulus ujian keahlian laut tahap pertama untuk melaksanakan praktik laut di kapal niaga selama satu tahun.

Dikatakannya AMI Medan kembali mengukuhkan kadet prala sebanyak 50 orang, terdiri dari 20 kadet prala nautka, 30 kadet prala teknika. Hal ini mencerminkan keberhasilan manajemen AMI Medan dalam mempersiapkan SDM untuk bersaing di pasar tenaga kerja domestik dan internasional.

Semngat untuk membangun SDM yang trampil didukung penuh Yayasan Pendidikan Maritim dengan senantiasa mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung pendidikan dna pelatihan guna menunjang keberhasilan program dimaksud.

“Komitmen yayasan secara bertahap dan berkesinambungan telah teralisasi dengan berdirinya gedung yang cukup representatif adanya bridge simulator dan engine simulator dengan pengadaannya mengeluarkan anggaran senilai Rp14 miliar, katanya.

Pada kesempatan itu juga dilantik 54 perwira muda pelayaran bagi taruna yang telah menyelesaikan pendidikan profesi pelaut sekaligus diploma ahli madya pelayaran. (AY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini