Kampung Ijuk di Kawasan Gunung Sorik Marapi

15

PANYABUNGAN – Realitasonline | Desa Sibanggor Julu Kec. Puncak Sorik Marapi Kab. Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara dijuluki sebagai kampung ijuk. Sebab, masyarakat setempat masih mempertahankan ijuk sebagai bahan atap rumah.

Kampung tersebut berada di kawasan Gunung Sorik Marapi. Diperkirakan kampung yang masih gaya tradisional itu sudah ada sejak tahun 1887. Setelah pindah dari lokasi lamanya, masih di Sorik Marapi.

Dari 350 kepala keluarga, (KK), menurut Kepala Desa Sibanggor Julu Awaludin Nasution kini hanya 70%  rumah yang masih menggunakan atap ijuk. Hal tersebut disebabkan lantaran harga atap ijuk lebih mahal ketimbang seng. Kata Awaludin, atap ijuk bisa menghabiskan Rp10 juta per rumah sementara seng hanya menghabiskan Rp5 juta. Rata-rata ukuran rumah di Sibanggor Julu luasnya 6×9 m. “Perlu 2,5 ton ijuk untuk dijadikan atap rumah,” katanya.

Atap ijuk memiliki kelebihan bisa bertahan selama 100 tahun lebih. “Selain itu rumah jadi dingin saat panas, kalau hujan di dalam rumah jadi lebih hangat,” kata Awaludin.

Desa ini juga membuka penginapan di rumah-rumah warga. Menurut Awaludin, penginapan yang ada di desa tersebut baru setahun lalu. Saat ini baru 3 rumah yang dijadikan penginapan.

Pengunjung yang menginap biasanya adalah pengunjung yang hendak mendaki Gunung Sorik Marapi. Namun tidak tertutup kemungkinan yang menginap adalah pengunjung yang hanya ingin merasakan sensasi tinggal di rumah beratap ijuk.

Desa Sibanggor Julu adalah desa terakhir di kawasan Gunung Sorik Marapi yang masih mempertahankan ijuk sebagai atapnya. Kata Awaludin, rumah atap ijuk yang baru, terakhir kali dibangun 10 tahun yang lalu. (ZN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini