Dinas Pendidikan Sumut Miliki Siswa Berprestasi Tingkat Dunia

17
Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Arsyad Lubis saat menghadiri Gebyar Pendidikan di Lubuk Pakam, Deli Serdang.

MEDAN – Realitasonline | Dinas Pendidikan Sumut (Sumatera Utara) patut berbangga atas prestasi yang raih siswanya. Pasalnya, beberapa siswa dari tingkat SMU berhasil mengharumkan nama Indonesia khususnya Provinsi Sumatera Utara.

Salah satunya SMA Negeri 1 Kota Tebingtinggi yang berhasil mengukir prestasi gemilang di ajang pameran penemu muda dunia atau World Young Inventors Exhibition (WYIE) yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa waktu lalu.

Prestasi yang diraih dalam hal penemu yoghurt, minuman yang diberi judul Yobukara (bush/ buah dari Karamunting atau tumbuhan liar di sekitar Danau Toba.

Medali Emas

Minuman itu bermanfaat untuk kesehatan tubuh, seperti melancarkan pencernaan, mengembalikan stamina dan kebugaran tubuh. SMA Negeri 1 Kota Tebingtinggi berhasil meraih medali emas.

Siswa-siswi SMAN 1 Tebingtinggi yang mengikuti event itu yakni, Exaudia Sadolsa Sijabat (kelas 11 IPA 7), Rasya (kelas 11 IPA 7), Ikeda (kelas 10 IPA 1), Muhammad Zidane (kelas 10 IPA 1) dan Frederik (kelas 11 IPA 2).

Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Arsyad Lubis sangat mengapresiasi prestasi yang diukir siswa dan siswi SMAN 1 Tebingtinggi. Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari Kepala Sekolah dan guru yang berdidikasi tinggi untuk memajukan dunia pendidikan di Sumut.

Hal lain yang membanggakan yakni, Sumut berada di tingkat ketiga Nasional yang paling banyak lolos dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019. Siswa yang berhasil lolos dari Sumut SNMPTN sebanyak 7.937, diperingkat kedua Jawa Barat dengan 9.392 siswa, dan diperingkat pertama Jawa Timur dengan 13.737 siswa.

Menurut Arsyad, selain kerja keras para kepala sekolah dan guru, keberhasilan para siswa ini juga ditunjang dengan banyaknya pelatihan-pelatihan yang dilakukan pihak sekolah.

“Kita juga melakukan pertukaran pelajar antar negara seperti Malaysia, Thailand, China dan Korea. Dari pertukaran pelajar ini banyak ilmu pengetahuan yang didapat oleh siswa,” kata Arsyad, kemarin.

Seperti belum lama ini, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Medan kedatangan rombongan pelajar Desa Murni College Of Form Six, Malaysia,

Sebanyak 158 pelajar, dan 58 guru Desa Murni College of Form Six berkunjung ke Kota Medan, guna melakukan program ‘Silang Budaya’ antara Malaysia-Indonesia dengan tema ‘Transformasi Memacu Kecemerlangan’.

Perkenalkan Budaya

Para siswa telah dilatih dan dididik untuk mendalami budaya di negaranya sendiri melalui ekstrakurikuler. Budaya yang ada di Sumut khususnya di Kota Medan akan diperkenalkan kepada para pelajar dari Malaysia. Kegiaatan ini akan mendatangkan wisatawan manca negara ke Sumatera Utara.

Sedangkan untuk tingkat SMK, lanjut Arsyad, pihak sekolah tidak hanya pendidikan di bidang Teknik, namun di bidang Pertanian.

“Dibidang Pertanian para siswa terjun langsung ke lapangan dan diberi pelatihan bercocok tanam. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan seputar pertanian,” terangnya.

Seperti beberapa waktu lalu, SMK Negeri 1 Gunungsitoli melakukan kegiatan panen raya tanaman jagung di lahan SMKN Negeri 1 Gunungsitoli, Alo’oa.

“Kita mencari tenaga ahli pertanian yang khusus menangani SMK Negeri 1 di Gunungsitoli, Alo’oa. Ini adalah awal perubahan yang kita lakukan dan terus kita kembangkan menuju pendidikan yang bermartabat di Sumatera Utara. Dengan hadirnya tenaga ahli ini, nantinya kita lebih berencana dalam melakukan kegiatan pengembangan pertanian kedepannya.” tutur Arsyad.

Menurut Arsyad, sebeluam dilaksanakannya panen raya tanaman jagung ini, siswa telah melakukan penanaman setelah tiga bulan sebelumnya.

“Dengan adanya panen raya ini akan memberi efek kepada masyarakat gunungsitoli secara umum dan khususnya warga Alo’oa.

Asryad juga menambahkan, saat ini Dinas Pendidikan Sumut sedang merancang Rencana Pelaksaan Guru Terbang.

“Kalau tidak ada halangan mulai tahun 2020 akan diberlakukan pelaksanakan sistem guru terbang tingkat SMUN dan SMK. Tujuan dilaksanakannya guru terbang ini, agar para siswa mendapat hasil yang maksimal pada saat ujian Nasional,” pungkasnya. (AL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini