Koruptor Kios Darurat Kembalikan Uang Pengganti Rp 247 Juta Lebih ke Kejari Siantar

21

P.SIANTAR – Realitasonline | Terpidana Ir  Henry Panjaitan (53) yang telah dieksekusi tim jaksa pada Selasa, 23 April lalu, mengembalikan kerugian negara berupa uang pengganti (UP) sebesar Rp.247.070.000 . UP tersebut diterima Kajari melalui Kasi Pidsus Dostom Hutabarat SH.      

“Yang menyerahkan UP tersebut adalah putrinya, yang langsung datang dari Medan sekitar pukul 12.30 wib”, jelas Dostom yang dikonfirmasi wartawan Selasa (17/6) di ruang kerjanya.                   

Ir Henry Panjaitan merupakan terpidana korupsi kios Darurat Pasar Horas Siantar, dan sempat dinyatakan DPO sejak tahun 2008 sesuai surat Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar No.B190/N.2.12/Fu.1/08/2008. Panjaitan berhasil ditangkap tim Intel Kejatisu pada Selasa 23 April 2019 tepat pukul 7.30 WIB di warung kopi Jl. Sei Silau Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan.      

Terpidana merupakan Direktur Vini Vidi Vici ini harus menjalani pidana penjara selama 4 tahun denda Rp. 200 juta subsider 6 bulan. Membayar uang pengganti sebesar Rp. 247.070.000, jika dalam 1 bulan sejak dikeluarkannya putusan dan terpidana tidak mampu membayar maka harta benda akan disita, jika tidak cukup diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun. Sesuai putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1565 K/Pid/2004 tanggal 14 Juni 2005.

Menurut Dostom, dengan dibayarnya UP tersebut maka  terpidana hanya menjalani 4 tahun dan subsider 6 bulan. Selain itu, terpidana akan memperoleh keringanan dalam pengurangan masa penahanan seperti remisi ataupun bebas bersyarat sesuai dengan peraturan perundang undangan, jelasnya.        

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasus yang menjeratnya terkait pembangunan kios darurat di jalan merdeka P.Siantar pasca terbakarnya Pasar horas pada Tahun 2002. Terpidana bersama wakil direktur dan Walikota Siantar (Drs. Marim Purba sudah dihukum) melakukan Mark up. Mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 679.496.741,-

Kerugian negara itu dibayar secara tanggung renteng bersama terpidana lainnya Wakil direktur dan Drs.Marim Purba. UP tersebut langsung disetorkan ke kas negara oleh petugas kejaksaan, jelas Dostom. (RH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini