Jatah Pupuk ke Sumut Dikurangi, Petani Terancam

51
Ilustrasi (internet)

MEDAN – Realitasonline | Kementerian Pertanian (Kementan) RI mengurangi alokasi atau jatah pupuk bersubsidi  ke Provinsi Sumut, dikhawatirkan para petani terancam gagal panen dan berdampak terhadap produksi pertanian menurun.          

Hal itu diungkapkan anggota Komisi B DPRD Sumut Richard P Sidabutar kepada wartawan, baru-baru ini saat dihubungi melalui telepon seluler dalam menanggapi dikuranginya jatah pupuk bersubsidi untuk Sumatera Utara.           

“Dari informasi yang kita peroleh di Kementan RI, untuk alokasi pupuk bersubsidi sejenis urea pada 2018  mencapai 168.732 ton, tapi tahun 2019 jatah dikurangi menjadi 96.893 ton. Demikian halnya dengan pupuk subsidi non urea, seperti pupuk SP36, ZA, NPK, Phonska dan pupuk organik lainnya juga mengalami pengurangan rata-rata berkisar 42  – 46 persen,” ujar Richard.         

Padahal, lanjutnya, hingga April 2019, realisasi serapan pupuk subsidi  sudah mencapai lebih kurang 40-50 persen. Tiga bulan ke depan, beberapa daerah lagi akan memasuki musim tanam.Diperkirakan bulan Juli, para petani di Sumut akan mengalami kekurangan pupuk.          

“Memasuki musim tanam bulan Oktober, diperkirakan alokasi pupuk habis, sehingga dikuatirkan para petani yang akan memasuki musim tanam tidak dapat lagi memperoleh pupuk. Padahal kekurangan pupuk subsidi sejak awal sudah diprediksi, sebab tahun-tahun sebelumnya Sumut tetap mengalami kekurangan. Hal ini sudah disampaikan ke Kementan, tapi tidak juga dilakukan penambahan,” katanya.         

Ditambahkan politisi Partai Gerindra ini, Bulan Maret Komisi B sudah berkunjung ke sejumlah kabupaten/kota mengalami kekurangan jatah pupuk, bahkan kondisi tersebut sudah disampaikan kepada produsen dan distributor pupuk agar diantisipasi. Tapi yang menjadi persoalan, jatah pupuk dikurangi Kementan, karena kurang validnya data luas lahan pertanian yang disampaikan kabupaten/kota ke Pemprovsu dan ke Kementan.         

Dengan kondisi “jatah” pupuk seperti ini, katanya, target Kementan yang menganjurkan para petani untuk melakukan penanaman 3 kali musim tanam dalam setahun, hanya isapan jempol belaka, karena tidak didukung dengan ketersediaan pupuk.          

” Kita mendesak Gubsu segera menyurati Kementan RI agar menambah kuota pupuk bersubsidi ke Sumut, guna mengantisipasi  terancamnya gagal tanam para petani di tahun ini. Jika tidak dilakukan, dipastikan para petani akan mengalami kerugian yang sangat besar,” ujarnya. (Rmi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini