KB Brimob Peringati Hari Juang Benteng Huraba di Tapsel

15
Penasehat PKBB, Dansat Brimobdasu disambut dengan acara adat saat menghadiri peringatan Hari Juang Benteng Huraba ke-70. (Realitasonline/Riswandy)

TAPANULI SELATAN – Realitasonline | Keluarga Besar Brigade Mobil (Brimob), peringati Hari Juang Benteng Huraba ke-70 Tahun 2019 di Monumen Benteng Huraba, Desa Huraba, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapsel, Minggu lalu.

Kegiatan dihadiri Dansat Brimobdasu Kombes Pol. Djadjuli Sik. M.Sid, penasehat Paguyuban Keluarga Besar Brimob (PKBB) Brigjen Pol (Purn) Rajiman Tarigan, Bupati Palas Ali Sutan Harahap, Dandim 0212/TS Letkol Inf. Akbar Nodrizal Yusananto, SIP, Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib, SIK, MH, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya, SIK, MH, Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji, SIK, MH, Danyon C Brimob AKBP Bravo Siahaan, Danyon 123/RW Letkol Inf. Rooy Chandra Sihombing, Anggota DPRD Tapsel, Kaban Kesbangpol Tapsel Hamdy S Pulungan, Camat Batang Angkola Taufik Lubis, para veteran Brimobdasu dan tamu undangan lainnya.

Kapoldasu yang diwakili Dansat Brimobdasu Kombes Pol. Djadjuli Sik. M.Sid mengatakan, peringatan Hari Juang Benteng Huraba yang ke-70, semoga dapat memberikan motivasi dan semangat juang kepada generasi Muda Brimob Polri.

“ Kita ingin generasi muda memiliki rasa patriotisme, cinta tanah air & semangat bela Negara. Sejarah pejuang Brimob Polri dan TNI beserta masyarakat tidak boleh dilupakan, karena pada tanggal 5 Mei 1949 pernah terjadi pertempuran hebat di sini, “ terangnya.

Diceritakan bahwa Benteng Huraba merupakan benteng pertahanan pertempuran pada masa Agresi Belanda setelah proklamasi kemerdekaan. Karena pada tanggal 5 Mei 1949 sekitar pukul 04.00 Wib adalah hari berkabungnya pejuang Mobrig yang sekarang menjadi Brimob dan TNI serta pejuang dan masyarakat lainnya, di Tapsel.

“ Saat itu terjadi pertempuran yang sangat dahsyat antara Brimob dan TNI serta pejuang dan masyarakat lainnya dengan militer belanda. Bahkan pimpinan pasukan Brimob dan TNI serta pejuang dan masyarakat lainnya melawan militer Belanda lewat Inspektur kelas I Mayor Mas Kadiran, yang menjabat sebagai Komandan Keresidenan Tapanuli yang berkedudukan di Penyabungan Tapsel, “ ceritanya.

Semetara Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M Pasaribu diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapsel Drs. Parulian Nasution, MM mnyampaikan, melalui peringatan Hari Juang Benteng Huraba, mari kita tanamkan jiwa yang nasionalisme dan patriotisme demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Melalui peringatan ini mari kita petik makna yang terkandung didalamnya, yaitu semakin tumbuhnya jiwa nasionalisme, jiwa patriotisme dengan semangat juang yang tinggi dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.

Lebih lanjut Parulian menyampaikan generasi-generasi milenial kiranya bisa mewarisi jiwa cinta tanah air untuk membangun semangat persatuan dan kesatuan sebagaimana para pejuang yang telah mempertahankan kemerdekaan di Tapsel dari kolonial Belanda seperti Mayor Bejo, Mayor Mas Kadiran dan kalau di Sipirok ada Sahala Pakpahan yang dikenal dengan Mamang Sahala.

“ Bahwasanya Tapsel telah mengukir sejarah dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, semoga sejarah ini menjadi pembelajaran bagi generasi penerus bangsa agar kelak menjadi generasi yang kuat dan tangguh dalam menghadapi rongrongan atau ancaman baik dari dalam maupun dari luar negeri demi NKRI yang kita cintai, “ terangnya.

Parulian Nasution juga menyampikan, atas nama Pemkab Tapsel mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas diselenggarakannya peringatan Hari Juang Benteng Huraba Brimob Polri Ke-70 di Monumen Benteng Huraba.

“ Kami juga sadar bahwasanya peringatan ini tidak hanya dalam bentuk serimonial saja akan tetapi terdapat makna yang sangat dalam dengan telah banyaknya korban yang gugur melalui pertumpahan darah demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, “ tuturnya

Sebelumnya, acara dilakukan dengan penyambutan kedatangan Dansat Brimobdasu beserta rombongan leh Sekda Tapsel, Dandim 0212/TS dan Kapolres Tapsel beserta tokoh adat dengan pemberian ulos kepada Dansat Brimobdasu dan penasehat PKBB yang diiringi tarian surdu-surdu burangir sebagai salam hormat untuk para tamu, persembahan seni tari Simira-mira. 

Sebelum acara dimulai Dansat Brimobdasu memakaikan baju Paguyuban Keluarga Besar Brimob (PKBB) dan menyerahkan piagam kehormatan kepada Bupati Palas, Sekda Tapsel dan Sekda Madina.

Usai acara peringatan, dilanjutkan dengan pemberian buku sejarah benteng Huraba kepada para pejabat dan tokoh masyarakat, lalu dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat desa, PP, Polri dan anak sekolah kemudian yang terakhir penyerahan bingkisan kepada purnawirawan oleh Dansat Brimobdasu. (RI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini