Ditinggal Sejak Erupsi Sinabung Rumah Penduduk Terancam Roboh

45
Kondisi rumah warga di desa Berastepu yang terkena erupsi sinabung yang mulai hancur dan dikhawatirkan segera roboh. (Realitasonline/dok)

KARO – Realitasonline | Setelah diungsikan  akibat erupsi Gunung Sinabung dan dinyatakan “zona merah” beberapa warga  eks Desa Gamver  dan Desa Berastepu mulai “membototkan” bahan-bahan bangunan rumahnya

Berdasarkan informasi yang dapat dikumpulkan dari berbagai warga  menyebutkan harga bagian bagian peralatan rumah dijual berkisar Rp 3 juta/rumah.

Disebutkan, yang masih laku dijual yakni sebagian dinding, pintu, jendela, kusen, atap, pagar atau segala sesuatunya yang masih layak dimanfaatkan. “Sebab, rumah-rumah warga yang masuk dalam lingkar zona merah atau warganya yang telah direlokasi ke tempat pengungsian; mulai lapuk dan terancam roboh, terbuang begitu saja”ujar Bapa Joki Sitepu, warga desa Berastepu kepada wartawan, Senin (13/5/2019) di Berastepu.

Dikatakan, walaupun dengan harga murah, pemilik berpikir lebih baik membototkannya daripada rumah-rumah warga tersebut roboh begitu saja dan sia-sia. Pengungsi telah meninggalkan rumahnya di desa setelah program relokasi mulai ditetapkan 2013.

“Sejumlah rumah di desa Gamber yang masuk dalam program relokasi mandiri tahap ke dua telah membototkan rumah Rp3 juta/rumah, karena warga desa Berastepu juga masuk program relokasi mandiri, jelas Bapa Joki menambahkan.

Kepala Desa Berastepu, Gemuk Sitepu yang dikonfirmasi wartawan Selasa (14/5) di Kabanjahe, membenarkan bahwa sejumlah warga pengungsi telah membototkan rumahnya di desa.

Dikatakannya,wajar pengungsi menjual bahan-bahan bangunan rumahnya yang masih dapat dimanfaatkan kepada penampung asal dari Medan.

“Dinding yang umumnya dari papan, seng, jerjak pintu, pagar yang terbuat dari besi dan kusen, jendela dan lainnya. Daripada roboh dan hancur begitu saja dengan sia-sia kan lebih baik dibototkan saja” pungkad Gemuk Sitepu. 

Lebih lanjut Gemuk menambahkan, warga Desa Gamber sudah banyak yang sudah dibototkan rumahnya.Sedangkan diluar ke dua  desa  yang termasuk kawasan zona merah dan warganya telah ditetapkan sebagai pengungsi yang telah direlokasi, sudah melalukan hal yang sama” jelas Gemuk Sitepu.Pantauan wartawan, Selasa (14/5) ke desa Gamber dan Berastepu, Kecamatan Simpangempat rumah-rumah warga telah dikelelilingi semak belukar sudah mulai hancur. Baik atap, pintu dan jendela. Termasuk gedung SMPN Tigaserangkai. Bangunan tinggal kerangka beton. Seluruh bahan bangunan mulai dari pintu sampai atap telah tiada. (JP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini