Diduga Hilang Kendali, Grandmax Terjun ke Sungai di Abdya

72
Mini bus Daihatsu Grandmax nopol BL 1615 TC terjun ke sungai Babahrot. (Realitasonline/ist)

BLANGPIDIE – Realitasonline | Satu unit mini bus Daihatsu Grandmax silver dengan nopol BL 1615 TC dilaporkan terjun ke sungai (Krueng) Babahrot, tepatnya di lintasan jalan nasional Blangpidie-Nagan Raya, Desa Pante Rakyat, Kec. Babahrot, Kab. Aceh Barat Daya (Abdya), Senin (6/5/2019).

Mini bus itu disopiri Jamaluddin (20), warga Padang Sikabu, Kec. Kawai XVI ditemani rekannya Roni Mahrizal (21) juga warga yang sama. Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 70 juta.

Kapolres Abdya AKBP Moch Basori SIK, melalui Kasat Lantas Iptu Adek Taufik, Selasa (7/5/2019) menjelaskan kronologis sementara yang didapat dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mobil yang dikemudikan Jamaluddin melaju kencang dari arah Nagan Raya menuju Abdya.

Saat tiba di TKP, mobil yang dikemudikan Jamaluddin, hilang kendali dan langsung terjun ke sungai sehingga membuat kondisi bagian depan mobil hancur. “Saat tiba di TKP, mobil keluar dari badan jalan dan terporosok ke sungai sedalam 4 meter,” sebutnya.

Akibat kecelakaan tunggal itu lanjut Adek Taufik, Jamaluddin dan Roni Mahrizal mengalami luka ringan. Keduanya dibawa ke Puskesmas Babahrot, guna mendapat perawatan medis.

“Jamaluddin mengalami luka lecet dibagian dahi sebelah kanan, Roni luka lecet dibagian dahi kiri dan luka robek dibagian dagu. Sementara mobil falam kondisi rusak berat,” terangnya.

Mobil beserta barang bukti (BB) lainnya, seperti STNK dan SIM A sopir, sudah diamankan di Pos Lantas Polres Abdya. “Mobil dan BB lainnya, sementara ini sudah kita amankan guna penyelidikan lebih lanjut. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 70 juta,” demikian singkat Adek. (ZA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini