Amazon Keok di China, Tak Berdaya Lawan Alibaba

65
Foto: REUTERS/Brendan McDermid

JAKARTARealitasonline | Amazon boleh saja sangat berkuasa di Amerika Serikat dan beberapa negara lain. Tapi tak demikian di China, perusahaan milik Jeff Bezos itu baru saja memutuskan untuk ‘tutup warung’.

Dikutip dari Reuters, Amazon mengumumkan bakal menghentikan operasi toko online-nya pada 18 Juli 2019. Mereka memilih fokus pada penjualan barang mancanegara dan layanan cloud 

Meski sudah bernama besar, Amazon sukar berkembang di China karena kuatnya e commerce lokal. iResearch Global menyebutkan Alibaba Tmall milik Jack Ma dan JD.com menguasai 82% pasar e commerce dalam negeri pada tahun silam.

Juru bicara Amazon menyatakan telah memberitahu para penjual tentang penutupan marketplace. “Penjual yang masih tertarik menjual di Amazon di luar China bisa melakukannya via Amazon Global Selling,” kata dia. 

Konsumen tidak akan bisa lagi membeli barang dari penjual domestik, namun masih dapat memesan barang dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Jepang melalui toko global Amazon.

Dukungan untuk merchant domestik pun bakal dihentikan dalam 90 hari. Pusat barang Amazon di China juga akan dievaluasi, sebagian mungkin ditutup.

“Mereka keluar karena tidak menguntungkan dan tidak juga tumbuh,” kata Michael Pachter, analis di Wedbush Securities.

Ker Zheng, spesialis marketing di biro konsultasi Azoya berpendapat bahwa Amazon tak memiliki kelebihan kompetitif dibanding rival lokal.

“Kecuali seseorang mencari brang impor spesifik yang tak bisa ditemukan di manapun, tidak ada alasan bagi konsumen memilih Amazon karena mereka tak dapat mengirim barang dengan cepat seperti Tmall atau JD,” ujarnya.

Sumber: detik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini