Nezar Djoeli: Hati-hati Tetapkan Direksi di PDAM Tirtanadi

106

MEDAN – Realitasonline | Anggota Komisi A DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, HM Nezar Djoeli menyoroti seleksi anggota direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terkhusus di PDAM Tirtnadi, diminta Gubsu  berhati-hati menetapkan direksi di tubuh BUMD tersebut.           

“Khusus PDAM Tirtanadi, kita berharap bapak gubernur jangan menetapkan sosok yang dinilai kurang cakap dalam bekerja. Apalagi sudah diketahui dan terbukti kinerjanya kerap bermasalah,”kata Nezar  dalam siaran persnya kepada wartawan di Medan, Senin (15/4/2019). 

Wakil rakyat asal pemilihan Kota Medan ini menyebutka, posisi direksi air bersih atau layak minum, hendaknya diisi sosok yang dinilai cakap dan bersih, karena pelayanan air bersih selama ini dirasakan masyarakat pelanggan masih belum maksimal bahkan cenderung bermasalah.         

“Kita harapkan sosok direksi menduduki jabatan ini, harus benar-benar sosok yang mau bekerja, bukan hanya melihat aspek kepentingan semata. Selama ini sering mendengar informasi dan keluhan, pengadaan kegiatan pelayanan air bersih cenderung dilakukan oknum pihak-pihak yang sudah memiliki jaringan dengan pihak direksi yang sudah menggurita, sehingga masyarakat lainnya tidak dapat menikmati kegiatan yang ada dan dilaksanakan di tubuh BUMD milik Pemprovsu tersebut, mengingat lebih kentalnya nuansa nepotisme,”imbuhnya.             

Seperti, sebut Nezar, soal pengerjaan kegiatan di kawasan jembatan layang dilaksanakan salahsatu rekanan terhadap pengadan air bersih yang terkesan sangat tidak layak dan memerlukan perhatian.

“Ini merupakan tanggungjawab direktur air bersih. Dimana kegiatannya sangat tidak layak , padahal sudah menggunakan anggaran yang cukup besar,”katanya.           

Untuk itu,  melihat beberapa direksi yang lolos dalam seleksi tersebut, Nezar berharap gubsu agar memperhatikan kinerja direksi sebelumnya. Khususnya yang terkesan kurang maksimal pada kegiatan di air bersih.

“Ini harus benar-benar diperhatikan, jangan sampoai rakyat mendapat kesusan nantinya, apakibat adanya prtaktek nepotisme dan kinerjanya asal-asalan dalam menjalankan BUMD tersebut,”katanya.           

Sementara itu, berdasarkan pengumuman dikeluarkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ditandatangani Sekdaprovsu, Hj Sabrina bernomor 21/Pansel-BUMD /2019 terdapat sejumlah nama yang lulus ujian tertulis untuk mengikuti ujian berikutnya.

Yakni pada poin A, PDAM Tirtanadi terdaftar sejumlah nama yakni Abdi Sucipto, Arif Haryadian, Delviyandri, Fauzan Nasution, Feby Milanie, Halimatussa’diah, Heri Batang hari Nasution, Joni Mulyadi, Muhri Fepri Iswanto, Sofyan Sapar, Sutedi Raharjo, .T.M. Dicky Anggara, Taufiq, Trisno Sumantri dan Zulkifli Lubis. Poin B, PT Perkebunan yakni Aldinz Rapolo Siregar, Azwin Lubis, Beni Hendrawan, Cazali Arief, Harun Al Rasyid, Henry Nudi Hasibuan, MUhammad Ras Muis, Syarif Rafinda dan Zahri Fadli.

PT Dhirga Surya yakni, Ahmad Luthfi Hutasuhutm Ahmad Prayudi, Budi Hartoyo, dan Edowati Istanti, Hasan Harahap, Isfan Fachrduddin, Taufik Hidayat Pulungan, dan Tumpal Panggabean. PT Pembangunan Prasarana yakni Amir Makmur Nasution, Bangun Sitakar, Edmansyah Ginting, Eko Sujatmiko, Joseph Sumitro Parlindungan Simanjuntak, Parlilitan Nababan, Purna Irawan dan Sofyan Ashadi. (mi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini