UPT Cipta Karya Siantar Minta Tanah Negara Dikosongkan

7

P.SIANTAR – Realitasonline | Kepala UPT Cipta Karya P.Siantar, Sariguna Herawati Simanjuntak ST MT, Sabtu (12/4/2019) menegaskan lahan seluas 1407 m yang berada di Jl. Gunung Simanukmanuk No.1-B Pematangsiantar adalah aset negara.

Dia minta kepada warga yang menempati lahan negara tersebut agar segera mengosongkannya.

Kata Herawati, warga yang menempati aset negara itu adalah Fatmansyah atau Buyung. Namun, Fatmansyah diketahui tidak pernah tinggal di rumah tersebut.

Sementara yang bersangkutan mengaku tinggal di tempat tersebut sudah lebih dari 61 tahun. Namun Fatmansyah yang mengaku sebagai ahli waris pemilik lahan seluas 1407 m tidak mampu menunjukkan surat tentang hak milik (SHM).

Diceritakan Herawati, sebelumnya di atas lahan negara itu didiami Ny Asri/Ngadirin yang tinggal di rumah bercorak hijau. Kepada Ny Asri sudah diberikan surat perintah pengosongan yang disampaikan UPT didampingi lurah K Purba.

Ny. Asri/Ngadirin sudah membuat surat pernyataan akan segera mengosongkan rumah dan minta waktu hingga 13 Agustus 2018. Setelah Ny. Asri /Ngadirin meninggalkan rumah tersebut, masuk pula si Fatmansyah.

Karena tidak  juga mengosongkan aset negara sesuai surat pernyataan yang telah dibuat, maka pihak UPT minta bantuan Satpol PP untuk melakukan pengosongan. Akhirnya, Fatmansyah pun bersedia membuat surat pernyataan segera mengosongkan rumah, selambatnya pada Desember 2018.

Demikian pula dengan pemilik salon Berliana Saragih yang telah mengakui kesalahannya yang tertuang dalam surat pernyataan, mengaku salah telah membuka usaha di atas tanah milik negara. Dia minta waktu hingga Januari 2019 untuk segera pindah dan mengosongkan tanah tersebut.

Lebih lanjut, Herawati mengatakan rumah yang berada di atas lahan negara tersebut merupakan rumah golongan III eks okupasi militer. Berdasarkan SK Gubsu No.12/686.K/2006 telah dialihkan statusnya jadi rumah Pempropsu golongan II menjadi golongan III.

“Jadi saya hanya menjalankan tugas, sesuai dengan serah terima dari pejabat lama T. Akhmar, BSc yang didalamnya untuk segera menindaklanjuti tanah milik Pempropsu tersebut,” ungkap Sari.

Sebagaiman diketahui, rumah ini dijadikan sebagai lahan parkir (dikomersilkan) oleh orang yang tinggal di rumah bercorak hijau, karena letaknya tepat di depan Taman Hewan Siantar. (RH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini