Relokasi Tahap III Siosar, PT PGM Belum Tuntaskan Pekerjaan Sampai Batas Waktu Kontrak

34
Rapat percepatan terkait rencana Pengadaan LUT relokasi Tahap III Pengungsi erupsi Sinabung dipimpin Bupati Karo. (Realitasonline/dok)

KABANJAHE – Realitasonline | PT Paranak Gabe Maduma (PT PGM) yang dipercayakan sebagai pemegang ijin pemanfaatan kayu (IPK) oleh Dinas Kehutanan Propinsi Sumateta Utara berakhir pada 12 April 2019. Ijin yang diberikan terkait rencana Percepatan Penyiapan Lahan Usaha Tani relokasi tahap III di Siosar sebagai peruntukan bagi sekitar 1600 kepala keluarga daro empat desa dan satu dusun warga korban erupsi Gunung Sinabung

Atas keterlambatan penanganan program ini Bupati Karo Terkelin Brahmana mengambil inisiatip untuk memimpin rapat yang berlangsung di ruang rapat asisten Senen (15/4) pagi.

Menurut Terkelin, dirinya sangat kecewa dan kesal atas kinerja PT PGM karena hingga akhir kontrak belum berhasil menyelesaikan pekerjaan sesuai IPK sehingga tim Monitoring dan OPD terkait untuk meninjau kembali ijin yang diterbitkan karena pekerjaan kontraktor dinilai tertunda – tunda.

Oleh karenanya, Terkelin meminta instansi terkait mengkonsultasikan kepada pihak propinsi, untuk mengambil suatu keputusan.”Jangan pernah takut dan ragu, apalagi demi kemanusiaan, sebab awalnya pemerintah pusat melalui Presiden RI memberikan lahan relokasi tahap III ini, karena alasan pengungsi kemanusiaan,bahkan kemaren (12/4) kepala BNPB letjen TNI Doni Monardo berpesan segera tuntaskan dan jangan tunda tunda lagi. ungkap Terkelin Brahmana.

Pada kesempatan itu Terkelin menegaskan agar pada rapat yang juga turut dihadiri TP4D menghasilkan kesimpulan dan langkah apa yang akan dilaksanakan dalam rangka percepatan rencana relokasi tahap III pengungsi erupsi Sinabung.

Lebih lanjut menurut Terkelin, kalau ternyata PT PGM,sudah cacat menurut penilaian  tim Monitoring dan OPD terkait, silahkan kordinasikan dengan dinas kehutanan Provsu sehingga Percepatan Penyiapan Lahan Usaha Tani  relokasi tahap III di Siosar,sesuai target selesai tahun ini.

Sementara PT Paranak Gabe Maduma, menyebutkan kesiapannya untuk menyelesaikan pekerjaan dalam kurun waktu selama tiga bulan lagi.

Pelaksana tugas Kadis Lingkungan Hidup Kab Karo Lisma Br Ginting mengemukakan awal munculnya masalah diakibatkan ketidak konsistenan PT PGM dalam melakukan pekerjaannya sesuai kontrak.

Menurutnya ada beberapa hal yang tidak dipatuhi PT PGM yakni perbaikan jalan di Desa Nagara dan administrasi laporan bulanan dalam pelaksanaan pekerjaan kepada pihak pertama (dinas kehutanan Provsu) sebagai pemberi ijin.

Turut hadir dalam rapat ini Kasi Intel kejaksaan Karo Arief , asisten pemerintahan Drs Suang Karo Karo, Plt asisten kesra Davit Trimei Sinulingga,Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi Msi, kepala inspektorat, Philemon Brahmana, Kalak BPBD Karo Ir. Martin Sitepu, Camat Tiga Panah Data Martina, Camat Merek Tomi H Sidabutar, Danramil tiga panah, Kapolsek Tiga Panah, perwakilan PT Paranak Gabe Maduma. (JP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini