Polres Samosir Diminta Netral Dalam Penegakan Hukum, Laporan Pengrusakan Mengendap 9 Bulan

7
Try Oktavianus Hutagalung dan Bintan Marbun korban pengrusakan. (Realitasonline/RH)



P.SIANTAR – Realitasonline | Bintan Marbun  (53), seorang guru swasta yang juga sebagai petani di Desa Sigaol Marbun, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, menyesalkan lambannya kinerja Polres Samosir atas laporannya terkait pengrusakan sejumlah tanaman berikut gubuk di ladangnya.        

Demikian diungkapkan Try Oktavianus Hutagalung SH selaku kuasa hukumnya kepada wartawan, Minggu (14/4/2019) di P.Siantar. Diduga  pihak Polres Samosir telah bertindak diskriminasi atas warga yang meminta perlindungan hukum, jelas Hutagalung.        

Hal itu dibuktikan dengan lambannya penanganan laporan kliennya, Bintan Marbun, yang mengadu Senin 20 Agustus 2018 silam, sudah hampir 9 bulan, ungkapnya.

“Kita menduga Polres Samosir melakukan diskriminasi penanganan hukum. Terbukti, klien kami mengadu Agustus namun tidak ditangani. Sementara disaat Terlapor membuat Laporan ke Polres Samosir di bulan 10 Tahun 2018, dalam sekejap Polres Samosir langsung bekerja hingga  klien kami yang pada saat Laporan tersebut menjadi Terlapor harus menjalani hukuman Vonis Pidana karena kasus yang sama dan di lokasi areal yang sama,” kata Oktavianus.          

Lebih lanjut dikatakan Oktavianus, Bintan Marbun melaporkan Pengrusakan yang diduga dilakukan Enton Simbolon dan rekan-rekannya, yang terjadi Minggu (19/8/2018) sekira Pukul 09.00 WIB di perladangan di Desa Sigaol Marbun Kecamatan Palipi. Sejumlah tanaman di areal lahan yang diusahai Bintan Marbun, dirusak Terlapor dengan menggunakan Alat Berat yang disuruh oleh Enton Simbolon CS.

Laporan Klien saya sesuai dengan “LP/126?VII/2018/SMR/SPKT itu hingga kini tidak jelas penanganannya. Namun kenapa saat pelapor melakukan hal yang sama, dan terlapor melapornya, langsung ditangani Polisi,” katanya.            

Pengrusakan dilakukan terlapor menggunakan alat berat. “Kami menelaah ada keganjalan terhadap lamanya proses penanganan Laporan Polisi yang Klien kami masukkan.

Para Saksi sudah diminta keterangannya bahkan bukti pengerusakan sudah benar-benar terjadi di areal tersebut. Lalu pertanyaan saya “Apakah 2 alat bukti belum cukup dalam penanganan perkara pidana ini ? Apakah KUHAP sudah berganti?”

“Kami berharap pihak Polres Samosir netral dalam melaksanakan Penegakan hukum kepada seluruh masyarakat Kabupaten Samosir”, tegasnya. (RH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini