Pelabuhan Kuala Langsa Resmi Jadi Pelabuhan Internasional

37

LANGSA – Realitasonline | Pelabuhan Kuala Langsa resmi menjadi pelabuhan internasional. Pelabuhan yang berfungsi sebagai kegiatan ekspor impor barang itu mengacu pada Permendag No.24/2019, meliputi makanan dan minuman, elektronik, mainan anak-anak, dan alas kaki, bertempat di halaman gedung Pelindo 1 Kuala Langsa Gampong Kuala Langsa, Kec. Langsa Barat, Sabtu (13/4/2019).

Menteri Agraria dan Tata Ruang RI, Dr Sofyan A Djalil menyerahkan secara simbolis Peraturan Menteri Perdagangan No.24/2019 terkait izin impor sejumlah produk tertentu kepada Wali Kota Langsa, Tgk Usman Abdullah SE.

Penyerahan dokumen tersebut turut disaksikan perwakilan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, yakni Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa, Ir Agung Kuswandono MA, Bupati Aceh Tamiang, H Mursil, Wakil Wali Kota Langsa, Dr H Marzuki Hamid, Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan SIK MSc, Dandim 0104, Letkol Inf M Iqbal Lubis, Kajari Langsa, R Haikal SH MH. Kemudian, perwakilan para bupati dan wali kota se-Aceh, serta undangan lainnya.

Sofyan A Djalil mengatakan pemerintah telah menetapkan pelabuhan Kuala Langsa menjadi pelabuhan internasional. Menurut Sofyan yang merupakan putra terbaik Aceh asal Alue Lhoek, Aceh Timur ini tahap pertama tentang izin pelabuhan telah selesai, namun ada tahapan berikutnya, pekerjaan lainnya yang harus diselesaikan.

Sofyan berjanji akan terus membantu Pemko Langsa agar pelabuhan Kuala Langsa maju dan menjadi pelabuhan alternatif dari pelabuhan Belawan, khususnya untuk produk impor maupun ekspor dari wilayah Aceh.

“Saya berjanji siap membantu memajukan pelabuhan Kuala Langsa ini dan menjadi alternatif pelabuhan Belawan. Dengan terbitnya izin pelabuhan Kuala Langsa, ke depan Propinsi Aceh akan lebih baik lagi,” ujarnya.

 Sebelumnya, Agung Kuswandono menyampaikan sektor perikanan harus terus berkembang. Dia menjelaskan Indonesia merupakan negara maritim, sehingga pengembangan sektor ini menjadi salah satu fokus pemerintah.

Dia berharap pelabuhan Kuala Langsa yang telah ditetapkan sebagai pelabuhan internasional dapat mensejahterakan masyarakat daerah ini. Agung Kuswandono juga berharap agar pihak terkait, seperti Bea Cukai, Karantina Tanaman dan Tumbuhan harus ikut mendorong pertumbuhan pelabuhan ini.

Dia berpesan agar pelabuhan ini tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memasukan Narkoba, senjata illegal, maupun barang terlarang lainnya. “Jangan karena nila setitik rusak susu sebelangan,” sebut Agung Kuswandono.

 Wali Kota Langsa, Usman Abdullah mengaku lega, karena perjuangannya selama 7 tahun telah berhasil atau sejak 2012 lalu, periode pertama Toke Seuem, ini merupakan tuah yang dirinya terima.

 Kota Langsa mempunyai potensi SDA yang melimpah, terutama pelabuhan laut yang cukup bagus, pelaku ekspor dan impor serta tenaga kerja bongkar muat yang berpengalaman.

“Pelabuhan ini punya sejarah panjang tentang keberhasilan pelabuhan Kuala Langsa sejak zaman penjajahan Belanda hingga redup pada 2010, karena dalam kegiatan ekspor impor tidak dibolehkan lagi mengimpor barang yang termasuk kategori produk tertentu,” jelas wali kota.

Dijelaskannya, para eksportir sebelum ini mengeluh karena tidak dapat melakukan operasional akibat tidak terjadi keseimbangan pembiayaan akibat dampak tutupnya kegiatan ekspor impor di pelabuhan Kuala Langsa, maka lebih dari 400 kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya sebagai tenaga kerja bongkar muat kehilangan mata pencaharian.

Lain halnya dengan Pelindo Kuala Langsa akibat tidak dapat beroperasinya pelabuhan ini Pelindo turun tingkatan, dari cabang menjadi kantor. Untuk itu wali kota berharap para pengusaha ekspor impor harus memanfaatkan peluang ini, khusus kegiatan ekspor, sehingga volume dan nilainya lebih besar daripada barang impor. (SA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini