Anggota DPRD Apresiasi Polres Karo Tangkap Sabu 9 Kg

9
Ilustrasi (internet)

KABANJAHE – Realitasonline | Anggota DPRD Kabupaten Karo, Firman Firdaus Sitepu SH mengapresiasi aparat Polres Tanah Karo atas keberhasilannya menangkap S (39) saat membawa barang narkotika jenis sabu seberat  9,4 kg di Desa Aek Popo Kec. Merek.

Hal sama juga dikemukakan Roy Belanta Syahputra Sembiring SH MH, seorang dosen Universitas Quality di tempat terpisah di Kabanjahe, Kamis (11/4/2019) dengan harapan supaya Polres Tanah Karo terus mempersempit ruang gerak bandar narkoba memasuki Karo.

Firman Firdaus Sitepu  menuturkan Kapolres  AKBP Beny Remus Hutajulu SIK patut diapresiasi karena keberhasilannya demi menyelamatkan generasi muda daerah ini dari incaran pelaku dan pengedar narkoba. “Berapa puluh orang mati sia-sia setiap hari di Indonesia akibat Narkoba. Untuk itu, ketegasan dan keberanian aparat hukum di lapangan sebagai bagian dari komitmen pemerintah menjaga dan menyelamatkan anak-anak bangsa ini terbebas dari jeratan narkoba,” ujar Firman Firdaus Sitepu.

“Upaya pemberantasan Narkoba yang dilakukan Polres Tanah Karo dan jajarannya patut diacungi jempol. Bahkan ke depan harus lebih gencar lagi. Lebih tegas lagi. Karena harapan kami kepada Polres agar terus mengungkap kasus sabu di Karo,” ucapnya.

Menurut Firman Sitepu, Karo sekarang ini menjadi kawasan sentra peredaran gelap barang haram tersebut. “Pintu masuk daerah ini seperti batas Kab. Karo dengan Simalungun, Dairi dan Aceh Tenggara dan juga pintu keluar dari daerah ini seperti di seputaran Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan harus dijaga ketat untuk mempersempit ruang masuk dan keluar Narkoba. Untuk itu semua pihak agar mendukung kinerja Polres Tanah Karo dalam pemberantasan Narkoba,” tegasnya diamini Roy Belanta Syahputra.

Ditambahkan Roy, peredaran gelap Narkoba sudah sampai pada level mengkhwatirkan, bisa disebut darurat narkoba. Pemberantasannya tidak bisa dengan hanya biasa-biasa saja apalagi dengan slogan sampai kapanpun tidak akan berhasil. Langkah tegas dan terukur sudah sangat dibutuhkan dari aparat Serse Narkoba Polres Tanah Karo, tutur Firman Firdaus Sitepu.

Sementara sanksi hukum atas keterlibatan terkait Narkoba jelas sudah diatur dalam UU No.35/2009 tentang narkotika, dimana pelakunya dapat diancam hukuman mati.” Sudah banyak contoh korban hukuman mati bagi bandar narkotika ” ujar Roy Sembiring. (JP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini