Masyarakat Aceh Selatan Jangan Takut Intimidasi Dalam Pemilu 2019

5
Dalam acara simulasi Pemilu 2019 di Aceh Selatan, Nasjuddin melakukan pemantauan.(Realitasonline/Zulmas)

TAPAKTUAN – Realitasonline | Pemilu 2019 dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, pihak pelaksana yaitu KIP menyerukan kepada masyarakat supaya jangan takut kepada intimidasi dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Seiring dengan itu Sekda Aceh Selatan, H Nasjuddin SH MM dalam acara kegiatan KIP Aceh Selatan melakukan simulasi pemungutan dan penghitungan suara. Pada arahan pembukaannya mengimbau masyarakat  bersama-sama mendatangi TPS pada gampong masing-masing.

Diharapkan  masyarakat jangan takut mendatangi TPS dan jangan takut kepada orang-orang yang mengintimidasi dengan cara menakut-nakuti.

Sebab jelas Sekda bila ada orang yang tidak bertanggungjawab melakukan intimidasi laporkan kepada pihak  berwajib dan pihak pelaksana, yaitu KIP dan pemantau Pemilu (Panwaslu).

Kegiatan simulasi pemungutan dan penghitungan suara di lokasi alun-alun pada seberangan jalan kantor bupati dihadiri Sekda, H Nasjuddin, para asisten, kadis terkait, para komisoner KIP dan Forkopimda Aceh Selatan, berlangsung Kamis (11/4/2019).

Peserta simulasi tersebut melibatkan TPS-I Gampong Lhok Keutapang Kec. Tapaktuan.  Peserta antusias mendatangi TPS tersebut yang diadakan oleh KIP Aceh Selatan.

Pada kesempatan itu beberapa peserta mengatakan mereka datang untuk menggunakan hak suara/hak pilih selaku warga RI yang baik, juga mereka ingin tahu bagaimana melakukan pemilihan, katanya.

“Apalagi selama ini pihak petugas Pemilu kurang melakukan sosialisasi ke desa,” paparnya yang enggan disebutkan namanya.

Kemudian Nasjuddin juga mengimbau pelaksanaan Pemilu presiden dan legislatif dari kab/kota hingga pusat, dan mengingatkan kepada calon atau TIMSES masing-masing baik presiden maupun legislatif, jangan coba-coba melakukan Money Politic (Politik bagi-bagi uang)..

“Bila kedapatan dan lengkap dengan saksi akan diambil tindakan tegas, sesuai dengan aturan Pemilu,” ujarnya.

Ketua KIP Aceh Selatan, Saiful Bismi terkait simulasi itu menjelaskan simulasi dilakukan untuk menggambarkan proses pungut dan perhitungan suara (eekapitulasi) di TPS.

Sehingga nantinya petugas penyelenggara memahami tugas masing-masing sebagai KPPS. Disamping itu masyarakat tau tentang cara pencoblosan yang benar, ucap Saiful singkat. (ZL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini