Ditanggapi Dingin, Plt Gubernur Aceh Dituding Tidak Berani Melawan Cukong Tambang

44

BANDA ACEH – Realitasonline | Aksi ribuan mahasiswa Aceh menentang PT EMM ditanggapi dingin oleh Plt Gubernur Aceh. Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik menilai tanggapan Plt sama sekali tidak menggambarkan komitmen dalam proses penyelesaian kisrus yang melanda masalah pertambangan di Aceh.

“Pak Plt, rakyat Aceh butuh kepastian dalam proses penyelesaian masalah tambang PT EMM bukan rotarika, tidak ada pihak yang memaksa kehendak terkait masalah tambang, gerakan mahasiswa murni untuk menyelamatkan SDA Aceh demi kepentingan masa depan anak cucu,” kata Samsul, Ketua Lemkaspa Aceh melalui rilisnya, Rabu (10/4/2019).

Lebih lanjut Ketua Lemkaspa menilai Plt Gubernur Aceh tidak berani melawan para cukong tambang yang bermain di Aceh. “Rakyat ada bersama anda Pak, jangan pernah takut melawan penjajahan di atas bumi Aceh,” ujarnya.

Dirinya juga menegaskan Aceh bukan anti terhadap pertambangan, namun bukan berarti harus mengeksploitasi SDA itu secara besar-besaran. Masih banyak sumber pendapatan negara lain yang harus dimaksimalkan. Memang pertambangan tidak dapat dihilangkan, tapi setidaknyakegiatan pertambangan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Oleh karena itu, lanjut Samsul, kegiatan pertambangan di Aceh harus yang memperhatikan dampak yang ditimbulkan, baik dampak lingkungan,  sosial, dan lain sebagainya.

Pemerintah harus lebih memperketat peraturan perundang-undangan terhadap pertambangan. Izin pertambangan tidak seharusnya dipermudah karena banyak hal yang harus diperhatikan dalam aktivitas ini.

Semoga kita menjadi lebih bijak dalam memanfaatkan hasil tambang untuk kemajuan Aceh di masa mendatang.
Samsul juga menambahkan aksi ribuan mahasiswa Aceh menolak keberadaan PT EMM di Beutong Ateuk sabagai bentuk kekecewan terhadap Pemerintah Aceh dalam menjaga SDA pada sektor pertambangan.

“Aksi kemaren dan hari ini sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap Pemerintah Aceh, dalam menyikapi persoalaan tambang. Apabila aksi ini masih dianggap sebatas gertak sambal, tunggu aksi berikutnya, jangan sampai kesabaran rakyat Aceh habis, kami siap gelar aksi yang lebih besar lagi,” tegas dirinya. (HS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini