Terkait Pengakuan Terdakwa Kurir 20 Kg, Bayu Sutawan Bukan Mahasiswa UMN

15
Dekan FE UMN Shita Tiara (Realitasonline/ist)

MEDAN – Realitasonline | Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah, Medan menegaskan, terdakwa kasus narkoba seberat 20 Kg atas nama Bayu Sutawan (28), yang didakwa sebagai kurir narkoba di PN Medan yang mulai bersidang Rabu (27/3) kemarin, bukan merupakan mahasiswa UMN.

Hal itu ditegaskan Rektor UMN Al Washliyah H Hardi Mulyono Surbakti SE MAP melalui Dekan Fakultas Ekonomi UMN, Shitta Tiara SE MSi, Kamis (28/3/2019) di kampus UMN Jalan Garu II Medan Amplas.

Didampingi Ketua Program Studi Manajemen, Suhaila Husna Samosir SE MM, Shitta Tiara mengakui bahwa Bayu Sutawan, memang pernah tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen pada tahun 2012. Tapi, Bayu hanya aktif satu semester saja. Selebihnya, terdakwa kasus narkoba ini tidak pernah lagi muncul ke kampus.

“Ya dia memang pernah tercatat sebagai mahasiswa kita tahun 2012 lalu, tetapi sudah lama berhenti, dia hanya kuliah satu semester saja, itupun tidak selesai,” ujar Bu Dekan didampingi Ketua Prodi Manajemen Suhaila Husna Samosir SE MM.

Secara eksplisit tentu UMN tidak mengetahui benar siapa sosok Bayu Sutawan ini, karena kehadirannya yang singkat di kampus. Meskipun namanya memang pernah tercatat sebagai mahasiswa UMN.

Namun berdasarkan ketentuan dan pedoman akademik UMN, hak mahasiswa itu sudah dicabut sebagai mahasiswa UMN. Ia dianggap drop out sejak 2014 lalu.

Karena sesuai ketentuan kampus, setiap mahasiswa yang tidak aktif berturut-turut selama 4 semester tanpa pemberitahuan ke universitas dan tidak melakukan cuti akademik, atau tidak membayar kewajiban keuangan selama 4 semester berturut-turut tanpa ada pemberitahuan, maka mahasiswa tersebut dinyatakan gagal studi atau drop out.

Nah sekarang ini sudah tahun 2019, itu berarti sudah 7 tahun lalu dia pernah menjadi mahasiswa UMN. Karena selama itu pula ia tidak melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai mahasiswa, maka yang bersangkutan dianggap bukan mahasiswa UMN lagi sejak 2014 lalu,” tegas Tiara.

Karena itu, Dekan FE ini kembali menegaskan, bahwa terdakwa kasus narkoba itu tidak berhak mengatasnamakan mahasiswa UMN dan segala tindak tanduknya merupakan urusan pribadinya, bukan UMN. (AY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini