Angka Kemiskinan di Aceh Barat Sangat Tinggi, Kinerja Bupati Dipertanyakan

34

ACEH BARAT – Realitasonline | Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Barat, Hamdani prihatin dengan angka kemiskinan di kabupaten Aceh Barat. Menurutnya angka kemiskinan di daerah berjuluk Bumi Teuku Umar itu yang mencapai 19.648 kepala keluarga (KK), dengan jumlah tersebut menandakan angka kemiskinan masih sangat tinggi, karena sesuai dengan data jumlah KK di Aceh Barat secara keseluruhan hanya 57.020 KK.

Hamdani mengatakan jika dipersentasikan angka kemiskinan di Aceh Barat dengan jumlah KK secara keseluruhan, maka jumlah penduduk miskin di kabupaten itu mencapai 30 persen lebih.

Melihat tingginya angka itu, Hamdani mendesak Pemkab setempat serius dalam penanggulangan dan pengurangan angka kemiskinan di kabupaten yang saat ini dipimpin Bupati Ramli MS.

“Sangat miris melihat angka kemiskinan di Aceh Barat yang mencapai 19.648 KK, dengan jumlah keseluruhan 57.020 KK. Kami sangat prihatin dengan kondisi tersebut, dari itu Pemkab diharapkan harus mampu dorong anggaran APBK dalam pengentasan kemiskinan,” kata Hamdani, Jumat (22/3/2019).

Hamdani juga mendorong Pemkab Aceh Barat jangan hanya bergantung  dengan APBN, seperti program PKH, Rastra, KUBE dan dana stimulus pemberdayaan ekonomi dalam mengurangi kemiskinan. Tapi Pemkab harus punya strategi khusus dari melalui program andalannya terkhusus untuk menurunkan angka kemiskinan ini.

“Pemkab harus bertangung jawab penuh dalam membiayai program melalui APBK dan tidak hanya bergantung pada APBN dan APBA,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan besaran APBK Aceh Barat yang mencapai Rp. 1,4 triliun tersebut, dikelola untuk kegiatan apa saja, sehingga angka kemiskinan di kabupaten itu masih tinggi.

“DPRK juga harus kritis dalam membaca Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan platform Pengalokasian Anggaran Sementara (PPAS) sebelum disahkan menjadi APBK. Termasuk memperhatikan Rencana Kerja Anggaran masing-masing dinas terutama dinas sosial. Dewan jangan hanya memperjuangkan aspirasi saja,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mendesak Pemkab Aceh Barat untuk serius melihat realiasi Coorporate Social Responsibility (CSR) setiap perusahaan. Seperti perusahaan perkebunan sawit, agar mendorong realisasi kebun plasma sejauh mana keseriusannya.

“CSR Mifa juga bagaimana realisasinya. Misal komitmen tahun 2018 dengan nilai Rp 9,8 miliar. Apa semua direalisasi, karena CSR juga salah satu program penanggulangan kemiskinan,” imbuhnya.

Dari keseluruhannya pada tahun 2018 lalu sebanyak 18 perusahan di Aceh Barat menyatakan komitmen akan merealisasikan dana CSR 2018 dengan total dana Rp. 18 miliar lebih. Komitmen itu dibuktikan dengan penandatangan (MoU) antara pimpinan 18 perusahaan dengan Bupati Aceh Barat H Ramli MS.

“Kita berharan Pemkab dan DPRK Aceh Barat agar punya rasa tanggungjawab besar dan semangat tinggi dalam upaya pengetasan kemiskinan di bumi Teuku Umar ini,” ujar Hamdani. (Has)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini