Nyabu Di Gubuk, Jhon Purba Diancam 7 Tahun

32
Jaksa Indri Wirdya SH saat membacakan tuntutan 7 tahun disidang PN Simalungun. (Realitasonline/Rahayu)

SIMALINGUN – Realitasonline | Penuntut Umum Indri Wirdya SH menuntut terxakwa Jhon Erpadan Purba warga Kecamatan Silimakuta dengan pidana penjara selama 7 tahun, denda Rp.800 juta subsider 3 bulan penjara. Ancaman hukuman itu dibacakan dalam persidangan di PN Simalungun, Kamis (22/3/2019).

Jaksa mempersalahkan terdakwa  dengan pasal 112 (1) UU RI no 35/2009 tentang Narkotika, atas kepemilikan sepaket sabu. Terdakwa ditangkap Anggota Polsek Seribu Dolok Binsar Manik, Sumanto Sipayung dan Rey F.Ginting pada  Kamis, 13 September 2019 pukul 22.00 wib.

Petugas yang telah mendapatkan informasi tentang adanya penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya langsung melakukan penyelidikan. Dari sebuah gubuk yang dekat dengan Pekan Saribu Dolok melihat terdakwa dan temannya Bajing Sinaga sedang menghisap sabu.

Tapi melihat kedatangan petuga, Bajing Sinaga berhasil melarikan diri. Hingga polisi hanya membawa terdakwa Jhon bersama barang bukti sisa sabu didalam kaca pirex yang sudah dibakar, pipet, mancis dan bong ke Polres Simalungun.

Barang bukti itu diakui terdakwa milik Bajing Sinaga yang awalnya mengajak terdakwa menghisap sabu bersama. Atas tuntutan jaksa itu, terdakwa mohon kepada majelis hakim pimpinan Roziyanti SH agar hukumannya diringankan. Dengan alasan menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

“Daya mohon agar hukuman saya diringankan yang mulia, saya menyesal dan tidak akan mengulangi lagi”, kata terdakwa. 
Untuk mempertimbangkannya dalam putusan, persidangan dibantu panitera A Manurung SH ditunda sepekan. (RH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini