Bupati Minta Satker BWS Sumatera I Maksimalkan Jaringan Irigasi di Aceh Utara

26
Sekdakap Aceh Utaramenyampaikan arahan kepada satuan kerja BWS. (Realitasonline/Hasanuddin).

ACEH UTARA – Realitasonline | Bupati Aceh Utara minta Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I dapat membantu  memaksimalkan fungsi dan kinerja semua jaringan irigasi yang ada di daerah ini, sehingga  mendatangkan manfaat yang optimal untuk produktifitas pertanian.

Di Aceh Utara terdapat empat Daerah Irigasi (DI), yaitu DI Jambo Aye – Langkahan, DI Krueng Pase, DI Alue Ubai, dan DI Krueng Tuan. “Bagaimana caranya agar semua DI irigasi ini dapat berfungsi baik sehingga dapat dipetik hasilnya oleh petani kita,” harap bupati yang disampaikan Sekda Abdul Aziz SH MH ketika membuka kegiatan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) dalam rangka Survei Investigasi dan Desain (SID) Rehabilitasi DI Kewenangan Pusat (irigasi Jambo Aye – Langkahan) seluas 19.473 haktare, berlangsung di aula kantor bupati, Kamis, (21/3/2019).

Menurut Abdul Aziz, produktifitas tanaman padi di Aceh Utara rata-rata berkisar 4,5 ton gabah per ha. Saat ini sedang dikembangkan varietas padi IF-8 yang produktifitasnya bisa mencapai 12 ton per ha.

Untuk itu diharapkan keterlibatan semua stakeholder yang terkait langsung dengan bidang pertanian, terutama ketersedian air yang bersumber dari jaringan irigasi yang menjangkau ke semua areal pertanian sawah.

Pihaknya sangat berharap semua program dan kegiatan BWS Sumatera I yang ada di wilayah Aceh Utara dapat terlaksana dengan baik, bukan hanya untuk DI Jambo Aye – Langkahan, akan tetapi berlanjut ke jaringan irigasi lainnya.

Hal ini sejalan dengan visi dan misi Pemkab Aceh Utara yang meletakkan skala prioritas dalam pembangunan pertanian.

Sementara Kepala Satker BWS Sumatera I Mahdani ST MT dalam peparannya mengatakan kegiatan PKM dalam rangka SID Rehabilitasi DI Kewenangan Pusat (19.473 ha) dikendalikan oleh PPK Perencanaan dan Program Satker BWS Sumatera I.

Sedangkan rekanan penyedia jasa adalah PT Suwanda Karya Mandiri KSO dengan PT Bhawana Prasasta selaku konsultan teknik. Kegiatan ini nantinya akan didanai dengan anggaran dari Asian Development Bank (ADB).

Diadakannya PKM ini dimaksudkan untuk menggali pemikiran dan masukan dari seluruh komponen masyarakat, khususnya petani sehingga dapat memetakan dan mematangkan proses SID dalam rencana rehabilitasi DI Jambo Aye – Langkahan.

Sebagaimana diketahui DI ini meliputi areal sawah di tujuh kecamatan di wilayah Aceh Utara dan tiga kecamatan di wilayah Aceh Timur.
Menurut Mahdani, irigasi Jambo Aye – Langkahan telah berusia 38 tahun sehingga mengalami penurunan fungsi. Hal itu ditandai dengan tingginya kehilangan air, adanya sedimentasi yang terlalu besar, sehingga kinerja irigasi menjadi berkurang.

Rehabilitasi yang pernah dilakukan hanya bersifat parsial, atau sebagian sesuai kondisi lapangan. Kali ini pihaknya akan melakukan rehabilitasi menyeluruh sehingga  dapat kembali berfungsi  baik. (HS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini