Terkait Pembuatan MC-0 Oleh Dinas Bina Marga, Rekanan Keberatan

8
(Foto: ist)

KARANGBARU – Realitasonline | Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kab. Aceh Tamiang, diduga lakukan pembohongan dalam memberikan keterangan pers terkait pembuatan pelaporan Muthual Chek 0 (MC-0).

Yaufi ST, selaku Kabid Bina Marga saat dikonfirmasi awalnya terkesan mengelak, tapi setelah terus dibuntuti Kabid yang baru saja menjabat itu akhirnya mengundang Realitasonline, Kamis (14/3/2019) ke ruang kerjaya. Dia mengatakan pembuatan MC-O merupakan awal penanganan proyek pada tahap persiapan guna mengetahui perbandingan kondisi lapangan dengan design rencana kerja.

Dijelaskannya, proses MC-0 tersebut dilakukan oleh tiga instansi terkait, yaitu Departemen Pekerjaan Umum (PU) selaku pemilik proyek, Konsultan Pengawas selaku pengawas teknik dan anggaran, dan Kontraktor selaku penyedia jasa pelaksana, kemudian hasil survei ini nantinya akan dijadikan dasar pertimbangan bilamana terjadi perubahan kontrak, dan pembuatan MC-O dibuat secara bersama sama, dalam hal ini tidak dibuat secara khusus oleh salah satu rekanan yang ditunjuk,” katanya.

Ia menambahkan, pembuatan MC-O itu tidak ada dibebankan biaya/pemotongan persen kepada pihak pemegang proyek, karena dilakukannya bersama-sama.

Sementara itu, sejumlah pihak rekanan yang tidak ingin disebutkan namanya ketika dikonfirmasi mengatakan, seharusnya pembuatan MC-O itu dikerjakan oleh pihak rekanan, sebab yang paham akan pekerjaan mereka adalah mereka sendiri, karena mereka yang mengerjakan proyek itu. Jika pembuatannya dari pihak dinas, apa aspek legalnya, dan jika itu merupakan swakelola tidak masalah.

Selama ini setiap proyek yang kami kerjakan, MC-O nya pihak dinas yang membuat dan rekanan pemegang proyek membayar sebesar 1 sampai 2%, tergantung besar kecilnya jumlah pagu yang didapat, ungkap mereka.

Sebenarnya kami mengetahui ASN itu tidak boleh melakukan pekerjaan proyek tadi mereka sejak lama yang membuat MC-0 ini selalu saja pihak dinas, hal ini sudah berlangsung lama, coba dihitung sendiri setiap proyek fisik untuk membuat MC-0 mereka minta 2%. Jika setahun ada nilai proyek mencapai Rp. 100 milyar berapa mereka dapat, sementara kami para rekanan harus mengiklaskan pembuatan pelaporan MC-0 itu dikerjakan oleh mereka, karena jika kami yang buat ada saja yang salah, papar rekanan tadi yang tidak mau dipublikasikan jatidirinya.

Untuk itu kami mengharapkan pihak berwajib dapat mengusut permaian terselubung di dinas pekerjaan umum di Bidang Bina Marga, agar masalah seperti ini ke dapan dapat dilakukan sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku. (SA) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini