Sindikat Pengedar Sabu Diadili PN Simalungun

25

SIMALUNGUN – Realitasonline | Empat terdakwa menjadi sindikat beredarnya narkotika jenis sabu. Ke-4 terdakwa, Rusli (31) warga jalan Setia Huta V Karang Rejo Kecamatan Gunung Maligas, Edy Restu Tito Damanik als Kirun (36) warga yang sama dengan Rusli.

Juga terdakwa Hartono (38) seorang montir yang tinggal di jalan Cempaka Siantar Barat dan terdakwa Rudi Gultom (44) di Kelurahan SetiaNegara kota Siantar, diadili disidang PN Simalungun, Kamis (14/3/2019).           

Tertangkapnya ke-4 terdakwa setelah anggota Satnarkoba Polres Simalungun berhasil menangkap Rusli di rumahnya. Dengan barang bukti 3 paket ganja dan sepaket sabu seharga Rp.500 ribu dari dalam kotak rokok sempurna kecil.          

Berdasarkan pengakuan Rusli, 3 bungkus ganja dibeli dari Roni (DPO) seharga Rp.20 ribu. Sedangkan sabu dibeli dari Kirun seharga Rp.500 ribu. Petugaspun membawa Rusli mencari Kirun.          

Kirun ditangkap bersama Hartono di Simpang Rami jalan Medan Kecamatan Siantar Martoba dengan barang bukti 0,38 sabu. Kirun membenarkan ada menjual sabu kepada Rusli. Sabu tersebut dibeli dari Rudi Gultom melalui Hartono di dekat jembatan jalan Handayani Siantar.          

Polres Simalungun berhasil menangkan Rudi Gultom dirumah Juita br Gultom kecamatan Siantar Sitalasari. Barang bukti yang disita dari Rudi sebanyak 8,78 gram sabu, uang Rp.485 ribu, timbangan digital, hp Samsung lipat warna putih.          

Sabu sebanyak itu diakui dibeli dari Edy Rahmat (DPO) seharga Rp.8.500.000 sebanyak 10 gram. Terdakwa Rudi juga membenarkan ada menjual sabu kepada Kirun dan Hartono yang mengambilnya.       

Jaksa Barry Sugiharto SH menjerat para terdakwa dengan pasal 114 dan pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Didampingi pengacara Ronald Pasaribu SH, terdakwa menyatakan tidak keberatan dengan dakwaan tersebut.       

Roziyanti SH selaku hakim ketua majelis menunda persidangan hingga Kamis mendatang untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi. “Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, persidangan kita tidak ada satu Minggu”, kata Rozi sambil mengetuk palu. (RH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini