Workshop KIM Dinas Kominfo, Gubsu Minta KIM Jadi Jembatan Peningkatan Ekonomi Masyarakat

25
Workshop KIM Dinas Kominfo Sumut

MEDAN – Realitasonline | Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meminta Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai agen informasi dapat berperan menjadi jembatan peningkatan ekonomi masyarakat.

Demikian dikatakan Gubsu dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Sumut Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Naufal Mahyar saat membuka Workshop KIM dengan tema “KIM Berbasi Teknologi Informasi Jembatan Meningkatkan Nilai Tambah Anggota” yang digelar Dinas Kominfo Sumut di Grand Kanaya Hotel Medan, Kamis (14/3).

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kominfo Sumut, H Mhd Fitriyus yang diwakili Sekretaris Dinas Kominfo Provsu H. M. Ayub, SE, para pemateri dan seluruh KIM di Sumut.

“Kemampuan setiap KIM memang berbeda. Namun dengan adanya workshop ini kita bisa meningkatkan kemampuan setiap KIM sehingga dapat berperan menjadi jembatan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Gubsu.

Ia juga mengatakan upaya-upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan program Pemerintah Provinsi Sumut membangun desa, menata kota tidak hanya bisa dilakukan oleh Pemprovsu saja, tetapi juga butuh dukungan semua pihak, khususnya para kelompok informasi masyarakat tersebut yang tersebar di 33 kabupaten/kota dan 5441 desa.

“KIM punya peran besar dalam mendukung pemerintahan Provinsi Sumut melalui penyampaian informasi-informasi yang positif kepada masyarakat. Apalagi di tengah arus informasi seperti sekarang ini dan situasi politik saat ini. KIM harus dapat mengedukasikan masyarakat,” sebutnya.

Ia juga mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) yang hadir juga untuk melakukan hal yang sama. “Jangan sampai kita yang ASN ini ikut menyebarkan berita-berita hoaks. Sampaikanlah informasi itu yang positif-positif,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Kominfo Provsu H. M. Ayub mengatakan workshop ini digelar untuk meningkatkan kualitas para kelompok informasi masyarakat. “Semoga akan lahir KIM yang berkualitas untuk mewujudkan cita-cita kita bersama menjadikan Sumut yang bermartabat dan masyarakat sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu salah satu pemateri yang merupakan Pembina KIM di Jawa Timur Heri Dwi Utoyo menyebutkan para KIM bisa melakukan edukasi ke publik dalam kampanye anti hoaks, kemudian membuat literasi media bagi penggiat KIM dan produksi konten positif melalui media KIM. “Dan satu lagi yang perlu saya ingatkan bahwa cara menangkal hoaks di media sosial adalah kalau hal tersebut tidak bermanfaat untuk masyarakat jangan dishare. Itu saja,” sebutnya. (AL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini