Triwulan Pertama, Polisi Jaring 4 Bandar Sabu Terbesar di Abdya

37
Kapolres Abdya AKBP Moh Basori SIK

BLANGPIDIE – Realitasonline | Dalam kurun waktu tiga bulan (triwulan I), Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil mangamankan empat tersangka yang merupakan bandar sabu terbesar di kabupaten setempat. Hal itu terungkap dari tujuh kasus penyalahgunaan narkoba periode Januari-Maret 2019 yang ditangani Polres Abdya.

Kapolres Abdya AKBP Moh Basori SIK, Rabu (13/3/2019), menerangkan dalam upaya penanganan kasus narkoba, pihaknya berhasil menangkap 10 tersangka yang rata-rata masih berusia produktif dari tujuh kasus tersebut.

“Dalam triwulan pertama ini, baru tujuh kasus yang kita tangani dengan 10 tersangka. Empat diantaranya merupakan bandar paling besar di Abdya. Oleh karenanya, tidak ada toleransi terghadap pelaku narkoba, jika terbukti semua saya sikat, termasuk anak buah saya sendiri,” ungkapnya.

Kapolres Basori menerangkan, berdasarkan intruksi Polri dan Polda, apabila terbukti ada keterlibatan anggota (Polisi) dalam kasus narkoba, baik langsung, tidak langsung maupun hanya sekedar menggunakan, meskipun secara pidana tidak cukup untuk diteruskan, secara internal sah untuk dipecat.

“Sekalipun itu anggota saya tetap akan dipecat. Karena sudah melanggar fakta integritas dan saya tidak ada toleransi terkait narkoba itu,” tegasnya.

Kasus penyalahgunaan narkoba di Abdya memang tidak sebesar daerah-daerah lain di Aceh. Untuk Abdya sendiri, hanya pengguna-pengguna kecil yang banyak tumbuh di kalangan masyarakat.

“Walaupun demikian, kita tetap harus waspadai terkait peredaran barang haram tersebut, apalagi penggunanya banyak didominasi oleh generasi muda berusia produktif,” lanjutnya.

Kapolres menyebutkan, untuk pemberantasan narkoba tentunya tidak hanya diserahkan semata-mata kepada penegak hukum, namun semua komponen masyarakat harus terlibat dalam pemberantasan narkoba ini.

“Makanya kemarin saya mendorong pemerintah daerah supaya kita laksanakan gerakan moral bersama semacam deklarasi yang melibatkan semua komponen masyarakat untuk sama-sama melakukan pemberantasan narkoba. Intinya, mari sama-sama kita awasi dan peduli terkait peredaran narkoba di lingkungan kita sendiri,” tambah Kapolres.

Kelas bandar sabu di Abdya ini masih tergolong kedalam bandar yang kecil jika dibandingkan dengan tempat lain. “Tapi kemarin itu yang kita tangkap bandar yang paling besar barang buktinya itu sekitar 100 gram lebih barangnya, untuk kelas Abdya, itu sudah tergolong yang paling besarlah, kalau yang berkilo-kilo belum ada di Abdya,” paparnya. (ZA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini