BPBK Abdya Bersihkan Material Banjir Tersangkut di Kolong Jembatan

22
BPBK Abdya bersama dengan Tagana, RAPI, SAR dan muspika setempat membersihkan material banjir yang tersangkut dibawah jembatan muara Pulau Kayu, Susoh.

BLANGPIDIE – Realitasonline | Badan Penanggulang Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Barat Daya melakukan pembersihan material sisa banjir yang menumpuk di bawah kolong jembatan muara Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, Kamis (14/3/2019) pagi. Upaya pembersihan yang melibatkan Tagana, RAPI, SAR dan Muspika Susoh itu agar arus air kembali lancar.

Kepala BPBK Abdya, Amiruddin diwaktu yang sama mengatakan, material banjir yang menumpuk itu merupakan kiriman dari hulu Krueng (sungai) Susoh dan sejumlah anak sungai lainnya saat banjir luapan beberapa hari lalu.

Tidak hanya di muara Pulau Kayu, upaya pembersihan juga dilakukan di kawasan areal persawahan Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh. Akibat banjir, belasan hekatare areal persawahan yang sudah ditanami padi ikut tertimbun lumpur bercampur batu. Kondisi tersebut membuat petani merasa khawatir lantaran banyak tanaman padi yang rusak bahkan ada yang mati.

Katanya, material banjir yang terbawa arus air sangat bervariasi, mulai dari sampah rumah tangga hingga pohon dengan ukuran besar. Rumpun bambu yang semula berdiri kokoh di kawasan muara juga ikut tumbang dan terseret arus hingga ke tengah muara.

Proses pembersihan memang harus segera dilakukan, mengingat tumpukan material sangat banyak dan tersebar dibeberapa titik. Jika terlambat melakukan pembersihan, akan berdampak buruk untuk memancing banjir selanjutnya ketika debit air mulai meningkat.

Bahkan bisa saja tiang jembatan akan rusak karena secara terus menerus dihantam kayu yang terseret arus. Tidak hanya itu, kepala jembatan penghubung jalan lintas nasional tersebut juga akan menjadi sasaran amukan arus. Setelah beberapa kali dihantam arus air luapan, membuat tanah tempat terpasangnya kepala jembatan amblas ke dasar muara.

“Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka perlu kita lakukan pembersihan,” ungkap Amir.

Tanpa merasa bosan, Amir terus menghimbau kepada seluruh masyarakat Abdya untuk tidak membuang sampah ke dalam sungai. Umumnya yang membuat air sungai meluap hingga ke pemukiman warga karena terlalu tebalnya sedimen yang awalnya diakibatkan oleh penumpukan sampah.

“Kami harapkan kepada seluruh masyarakat Abdya agar tetap menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar, sehingga mampu meminimalisir dampak banjir, “ujarnya. (ZA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini