Warga Keluhkan Pipa Jaringan Spam Intek Grafitasi Belum Juga Diperbaiki, Karena Dana?

47
Jaringan Pipa Spam Intek Suka Damai, Lembah Sabil rusak membuat suplai air bersih macet.

BLANGPIDIE – Realitasonline | Putusnya pipa jaringan Spam Intek Grafitasi Desa Suka Damai, Kec. Lembah Sabil, Aceh Barat Daya (Abdya) hingga kini belum juga ditangani Pemkab setempat. Sehingga ratusan rumah di tiga desa, bahkan beberapa sarana vital seperti Puskesmas, masjid dan sekolah tidak bisa tersuplai air bersih.

Sementara di Puskesmas, masjid dan sekolah terpaksa memanfaatkan sumur sendiri meski dengan kondisi air keruh. “Apalagi Puskesmas Rawat Inap, jadi sangat perlu air bersih. Begitu juga masjid untuk berwudhuk termasuk sekolah juga membutuhkan air bersih.

Harapan warga, pemerintah segera memikirkan masalah ini agar suplai air bersih bisa teratasi. Karena, sumber masalahnya hanya pada pipa, kalau debit airnya.

Penjaga Spam Intek Suka Damai, Rasidin, Senin (11/3/2019) membenarkan pipa jaringan Spam yang terputus akibat arus sungai (Krueng) Manggeng masih belum tertangani hingga sekarang ini. Bahkan, pihaknya masih mengamankan beberapa potongan pipa yang putus di rumahnya.

“Pipa ini tidak bisa digunakan lagi, karena sudah banyak yang rusak dan harus diganti baru,” ungkapnya.

Rasidin mengaku beberapa hari lalu sudah ditinjau oleh Dinas Perumahan Permukiman dan Lingkungah Hidup (Perkim LH) ke lokasi jaringan Spam yang rusak tersebut. Namun pihak dinas belum bisa memastikan kapan bisa diperbaiki kembali. “Kata mereka saat ini belum ada dana untuk memperbaiki pipa rusak itu. Jadi mohon bersabar dulu,” tutur Rasidin mengulang kata-kata pihak dinas.

Menurutnya, untuk persoalan air ini memang sudah sangat mendesak. Banyak warga yang datang ke rumahnya mempertanyakan tentang air Spam yang tidak mengalir ke rumah mereka. Namun, Rasidin selalu minta kepada warga untuk bersabar sampai diperbaiki kembali.

Menurutnya, ada tiga desa yang tidak bisa teraliri air pasca putusnya pipa jaringan Spam Intek Suka Damai. Di antaranya, Desa Lhok Puntoy, Seunulop dan Kedai dalam Kecamatan Manggeng.

Menanggapi hal itu, Kabid Kawasan Permukiman pada Dinas Perkim LH Abdya, Arif Irfan secara terpisah membenarkan pihaknya sudah turun lansung ke lapangan untuk melihat kondisi jaringan Spam Intek Suka Damai. Pihaknya memprediksi butuh biaya sekitar Rp.15 juta untuk mengganti pipa yang rusak. “Masalah itu sudah dibicarakan dengan Kadis Perkim LH,” ungkapnya.

Irfan mangatakan tahun 2020, wacananya akan dianggarkan untuk pemeliharaan jaringan Spam Intek Rp.100 juta. Dana tersebut juga digunakan untuk 10 Spam Intek lainnya yang ada di Abdya.

Diperkirakan ada 11 Spam Intek secara grafitasi di Abdya. Seperti Spam Intek Babahlok, Blangpidie. Spam Intek Pante Cermin, Alue Peunawa dan Ie Merah, Babahrot. Kemudian, Spam Intek Panton Cut dan Panton Mu, Kuala Batee. Berikutnya, Spam Intek Drien Kipah dan Gunong Cut, Kecamatan Tangan-Tangan. Terakhir Spam Intek Suka Damai, Lembah Sabil.

Menurut Irfan, harusnya Spam Intek tersebut bisa dikelola oleh PDAM. “Setelah kita buat berita acaranya, pihak PDAM minta mengelola IKK saja, kalau Spam biarlah urusan dinas,” kata Irfan di ruang kerjanya. (ZA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini