Rusak Parah, Jembatan Darurat di Abdya Ancam Nyawa Warga

13

BLANGPIDIE – Realitasonline | Jembatan darurat penghubung antara Desa Cot Mancang dan Rubek Meupayong, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) rusak parah. Parahnya, lantai jembatan yang terbuat dari susunan pohon kelapa itu nyaris menelan korban jiwa dan mengancam pengendara lainnya yang melintas.

Darman salah seorang pengendara kepada wartawan, Senin (11/3/2019) mengatakan, lantai jembatan darurat itu memang telah lapuk. Bahkan pada Minggu (10/3) kemarin, seorang pengendara becak motor terjatuh ke dalam sungai lantaran setengah dari lantai jembatan ambruk saat dilintasi. Korban mengalami luka-luka dan memar serta sempat tidak sadarkan diri. Beruntung korban cepat diselamatkan dan dilarikan ke Puskesmas terdekat guna mendapatkan perawatan medis.

“Sebelumnya juga pernah ada pengendara sepeda motor yang terjatuh akibat lantai jembatan yang tidak lebar dan rata. Parahnya lagi, jembatan itu tidak memiliki pagar pengaman,” ungkapnya.

Keuchik Rubek Meupayong, Jaslidar mengatakan kalau rusaknya jembatan yang dibangun secara gotong royong oleh masyarakat itu terjadi sejak dua tahun terakhir. Jembatan itu merupakan jalur utama penghubung antara dua desa dimaksud.

“Jembatan ini dibangun bersama oleh masyarakat dua desa agar memudahkan masyarakat jika melintasi jalan ini,” ujarnya.

Terkait kondisi itu, dia berharap kepada pemerintah setempat untuk membangun jembatan yang lebih layak dan nyaman saat dilalui, baik oleh pejalan kaki, pengendara roda dua maupun kendraan roda empat.

Melihat kondisi itu, Julinardi selaku wakil rakyat di Abdya mengaku prihatin dengan kondisi jembatan yang sudah lapuk itu, apalagi telah memakan korban hingga beberapa kali. Sudah selayaknya jembatan penghubung tersebut dibangun secara permanen, guna memperlancar jalur transportasi masyarakat dua desa.

Julinardi meminta Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya untuk melakukan penanggulangan secara darurat dengan tujuan jembatan tersebut bisa kembali dilalui.

“Saya berharap bisa ditanggulangi secara darurat dulu, agar tidak ada lagi pengendara yang jatuh sampai dibangun secara permanen nanti,” harapnya.

Sementara itu Kepala BPBK Abdya, Amiruddin mengaku telah menerima laporan terkait kondisi jembatan dimaksud. Menurutnya, kondisi jembatan sudah tidak layak untuk dilalui. Karenanya Amir akan membangun kembali jembatan itu secara darurat dengan menggunakan pohon kelapa dan dibuat lebih lebar dari jembatan sekarang ini.

“Kemungkinan besar tahun ini jembatan tersebut akan dibangun secara permanen oleh instansi terkait,” pungkasnya. (ZA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini