Pembangunan Kios Ilegal di Terminal Panton Labu Makan Korban, 1 Orang Tewas

Puluhan kios yang berukuran 2x2 yang di bangun dalam komplek terminal kota Panton Labu.(Realitasonline/Hasanuddin)

ACEH UTARA – Realitasonline | Pembangunan puluhan kios ilegal berukuran 2×2 di dalam komplek terminal Panton Labu, Jamboe Aye, Kab. Aceh Utara diduga tidak memiliki izin resmi (Ilegal). Bahkan dalam pelaksanaannya telah terjadi kecelakaan terhadap seorang pekerja dan memakan korban Jiwa.

Seorang tokoh masyarakat Panton Labu saat diwawancarai  menyebutkan, pembangunan puluhan kios itu menyalahi aturan. Pasalnya pembangun itu tidak memiliki izin resmi dari Pemkab Aceh Utara.

Hal itu bisa dibuktikan dengan adanya surat bupati yang dikirim kepada camat agar melarang pendirian bangunan di dalam kawasan terminal, kata M Yusuf Amin yang didampingi Salihin Ismail atau yang akrab dengan sapaan Abu Salihin, Kamis (7/3/2019).

Bahkan, tambah Yusuf, surat Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib bertanggal 11/2/2019 yang ditujukan kepada camat sudah tersebar ke masyarakat luas,  namun sampai saat ini terkait pembangunan tersebut terlihat masih berlanjut.

Di dalam surat itu bupati  menyebutkan alasan larangannya,  berdasarkan UU No.22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, dan Peraturan Pemerintah No.79/2013 tentang Angkutan Jalan, pasal 1 angka 10 bahwa terminal penumpang adalah pangkalan kendaraan bermotor angkutan penumpang umum yang mengatur kedatangan dan keberangkatan juga menaikan dan menurunkan orang, dan atau barang serta pindahan pada angkutan. Serta Qanun Aceh Utara No.12/2011 tentang Restrukturisasi terminal, jelas M Yusuf.

Berdasarkan hal itu, Pemkab Aceh Utara minta camat Tanah Jambo Aye agar melarang pedagang atau  pelaku usaha lain untuk mendirikan bangunan dalam bentuk apapun di dalam lokasi terminal tanpa seizin atau persetujuan Bupati Aceh Utara, tambahnya.

Informasi yang di himpun di lokasi terminal, seorang pekerja mengalami kecelakaan saat bekerja. Korban terjatuh saat  memasang kuda-kuda di bagian atas.

Bahkan menurut kabar yang beredar korban sempat dirawat di rumah sakit  pemerintah Aceh Utara, kemudian merujuk  korban ke rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh, namun setelah dirawat beberapa hari di sana korban menghembuskan nafas terakhir.

Kejadian itu turut di benarkan  Khaidir, paman korban.”Hasyimi jatuh saat memasang kayu kuda-kuda di bagian atas, korban merupakan warga Gamping Teupin Bayu, Tanah Jamboe Aye.

Setelah jatuh, korban sempat dilarikan ke RS Cut Mutia di Bukit Rata, namun pihak rumah sakit merujuk korban ke RS Zainal Abidin di Banda Aceh, tetapi beberapa hari dirawat di sana kobar menghembuskan nafas terakhirnya,” terang Khaidir.

Sementara itu, Jamal, kordinator pembangunan puluhan kios di komplek terminal Panton Labu membenarkan pembangunan kios itu tidak memiliki izin dari pemerintah.

“Ya benar pembangunan 40 unit kios  berukuran 2×2 di dalam komplek terminal Panton Labu tidak mendapatkan izin resmi dari pemerintah, baik di tingkat kabupaten ataupun kecamatan,” sebut Jamal saat dikonfirmasi.

Dia menjelaskan pembangunan itu dilakukan atas dasar inisiatif pedangan kaki lima di Panton Labu, bahkan tambahnya, para pedagang siap untuk membongkarnya bila pemerintah meminta untuk membongkar kios tersebut.

Terkait ada kecelakaan seorang pekerja, Jamal menganggap itu sebagai musibah dan pihaknya telah memberikan santunan kepada keluarga korban.

Saat ditanya apakah para pekerja sudah didaftar di BPJS Ketenagakerjaan, Jamal mengaku  pembagunan ini bukan proyek, tapi hanya pembagunan kios kecil untuk pedagang kaki lima.
Sementara itu camat Jamboe Aye belum bisa dihubungi untuk menanyakan tindak lanjut Muspika terkait surat larangan Bupati Aceh Utara. (HS).

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini