Wagubsu Lepas Ekspor Komoditi Pertanian, 1 Ton Sarang Burung Walet Dikirim ke Tiongkok

41
Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Musa Rajek Shah didampingi Kepala Badan Karantina Pertanian Medan Ali Jamil, Direktur PT. Ori- Ginal Nest Rusiana, Pejabat Bea Cukai dan unsur Pejabat lainnya memegang sebuah kendi untuk dipecahkan menandai Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian di halaman Cargo Bandara KNIA Jum’at (1/3).

DELISERDANG – Realitasonline | Wakil Gubernur Sumatera Utara, H Musa Rajekshah (sering disapa Ijek) bersama Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian melepas ekspor komoditi pertanian di halaman gedung Cargo Bandara KNIA Deli Serdang, Jumat (1/3/2019).

Acara yang diadakan Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian Medan dihadiri Asisten 2 Pemkab Deli Serdang, anggota DPRD Sumut mewakili Komisi C, staf Angkasa Pura II, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan, pejabat Bea Cukai, pimpinan dan staf PT Ori-Ginal Nest, para eksportir dan tamu undangan lainnya.

Wagubsu berharap ekspor komoditi Sumut baik pertanian, peternakan dan lainnya bisa meningkat setiap tahun, karena ini akan memengaruhi peningkatan pendapatan masyarakat pelaku usaha, pelaku pertanian dan peternakan itu sendiri, juga membangkitkan perekonomian Sumatera Utara.

Dikatakannya, Badan Karantina Pertanian sekarang sudah semakin baik dalam melayani eksportir, sudah tidak ada lagi pungli, karena dalam pengurusan dokumen sudah menggunakan elektronik sistem. Wagubsu mengharapkan pimpinan serta staf Badan Karantina Pertanian terus bekerja keras dalam melayani eksportir dan jalin sinergitas dengan semua pihak agar ekonomi meningkat.

Kepala Badan Karantina Pertanian Medan, Ali Jamil mengatakan pengusaha eksportir mendapat pelayanan karantina yang cepat dan menyeluruh dalam tempo 24 jam sehari. Dengan didukung dilaksanakan sistem management mutu ISO 9001 2015 tentang pelayanan publik ISO 37001 2016 tentang managemen anti penyuapan ISO 17025 2017 tentang laboratorium.

Hal ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat dalam pengurusan dokumen karantina, sehingga kegiatan ekspor dan impor tidak terhambat. “Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang baik selama ini dengan seluruh stakeholder baik dengan instansi pemerintah maupun Angkasa Pura melalui pelayanan bandara, ini sangat membantu dalam akselerasi pengendalian ekspor maupun impor.

Selanjutnya Ali Jamil mengatakan hari ini pihaknya melakukan ekspor 50 jenis komoditas pertanian, seperti kopi, tanaman hias, sarang burung walet, CPO dan lainnya.

“Khusus sarang burung walet kami melepas 1 ton dengan tujuan Tiongkok senilai 41,4 milyar rupiah. Untuk Sumatera Utara terus mengalami peningkatan dari 65 % volume ekspor tahun sebelumnya dan ditargetkan tahun 2019 meningkat menjadi 100 %, dengan penambahan satu rumah walet dan rumah produksi yang telah diregestrasi oleh Tiongkok. Mari kita gali lagi potensi komoditi yang lainnya dalam meningkatkan ekspor, “ujurnya. (IW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini