DPRDSU Ingatkan Bupati Labura dan Putranya Jangan Intervensi Kades Menangkan Caleg

377
Zeira Salim Ritonga (Realitasonline/mi)

MEDAN – Realitasonline | DPRD Sumut dari dapil Sumut VI (Labuhanbatu, Labura dan Labusel) ingatkan Bupati dan putra Bupati Labura janganintervensi Kades (Kepala desa) memenangkan salah satu caleg (calon legislatif) DPRD Provinsi yang notaben putri bupati tersebut, karena dikhawatirkan akan menimbulkan konflik di daerah tersebut.       

Hal ini diingatkan anggota DPRD Sumut dapil Sumut VI Zeira Salim Ritonga melalui wartawan, Kamis (14/2) di ruang kerjanya gedung DPRD Sumut, setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada tekanan kepada kades untuk memenangkan salah satu celag provinsi dari dapil Sumut VI.         

Menurut Zeira Salim Ritonga, tindakan yang dilakukan Bupati Labura bersama putranya melakukan tekanan kepada kades-kades di Labura agar memenangkan keluarganya (putri Bupati Labura) menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara sudah tentu mencederai sistem demokrasi di Indonesia.       

Harusnya, lanjut Zeira yang juga sekretaris di Komisi C DPRD Sumut, kepala desa dibiarkan lebih fokus kerja melayani masyrakat yang ada di daerah nya, sehingga para kades tidak merasa tertekan dan resah dalam setiap melaksanakan tugas-tugasnya. ” Jangan sampai mereka dikasih target lagi untuk memenangkan salah satu caleg provinsi, yang akhirnya menjadi beban bagi para kades,” ungkapnya.       

Terkait hal itu, kata Politisi PKB ini, DPRD Sumut melalui komisi terkait harus segera memanggil Panwas (Panitia pengawas) dan Bawaslu (Badan pengawas pemilu) Provinsi, sertw Aparatur Pemerintah Daerah Labura guna menyikapi dan bersikap tegas terhadap informasi adanya tekanan kepada kades untuk memenangkan salah satu celag provinsi. 

“Panwas maupun Bawaslu kita minta jangan hanya mengawasi caleg-caleg lain, tapi tidak mengawasi sistem demokrasi yang kita kwatirkan tercedarai oleh intervensi kepala daerah, karena ada anggota keluarganya atau saudaranya yang ikut pemilihan legeslatif,” ujarnya seraya minta seluruh anggota masyarakat, khususnya Panwas untuk benar-benar mengawasi Pemilu 2019 benar-benar fair.           

“Biarlah masyarakat memilih sesuai dengan hatinurani nya, agar terang benderang sehingga Pemilu ini benar-benar menunjukkan kwalitas yang baik.Biarkan masyarakat memilih berdasarkan kinerja yang dia lihat dari masing-masing caleg,” katanya.       

Untuk itu, Zeira minta masyrakat untuk melaporkan setiap kejadian dan jika ada caleg yang melanggar UU Pemilu.”Kita juga minta Gubsu berperan aktif mengingatkan seluruh aparatur pemerintah di daerah, baik kepala daerah mapoun kepala desa bersikap netral dan jangan intervensi masyarakat untuk memilih salah satu caleg. Jika kepala daerah ingin berkampanye, silahkan cuti, tapi jangan pemerintah desa di tekan dan diintervensi,” tegasnya. (mi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukan komentar Anda disini
Masukan Nama Anda Disini